Blog EntryDIPLOMASI, MUSIK DAN PALESTINADec 17, '06 1:41 PM
for everyone


 

 

Kolom: Agusti Anwar

Dunia diplomasi tidak lagi merupakan ajang bagi para diplomat secara formal. Citra suatu negara tidak semata-mata diwakilkan pada postur seorang duta besar, atau, kepala negara. Sekarang diplomasi sudah lebih kompleks.

 

Memang ada ucapan klasik yang mangatakan bahwa “a diplomat is sent abroad to lie for his country”. Diplomat dianggap sebagai penipu, karena diplomasi dianggap sarat dengan propaganda untuk mengangkat citra suatu negara, meskipun itu belum tentu benar (deceptive). Sebetulnya, pandangan ini tidaklah terlalu klasik, bukan berasal dari zaman Socrates atau lainnya. Pada kenyataannya, ungkapan tersebut diperkenalkan oleh Harold Nicholson  (1886-1968), seorang diplomat kawakan Inggeris yang menuliskan buku berjudul Diplomasi. Bukunya ini merupakan bacaan wajib dalam studi hubungan internasional dan Diplomacy.

 

Di masa lalu, ketika informasi masih lebih terbatas dan lambat penyebarannya, tindakan deceptive atau tidak menyatakan yang sebenarnya dapat saja bermanfaat dalam membentuk citra yang lebih baik, paling tidak untuk sementara. Sekarang ini, terutama karena revolusi teknologi komunikasi dan informasi, seluruh bagian dunia sudah saling terpaut. Komunikasi dan informasi telah mementahkan batas-batas negara dan menjadi elemen esensil dalam globalisasi. Akibatnya, diplomasi yang mempromosikan citra negara secara dibuat-buat akan begitu saja kehilangan kredibilitas.

 

Hebatnya, trend diplomasi yang semakin berkembang sekarang adalah semakin perlunya seluruh rakyat menjadi diplomat negara di lapangan. Setiap individu adalah diplomat negara masing-masing. Sekalipun diplomat karir tetap memegang peran di tingkat formal, diplomasi pada tataran publik di tingkat rakyat-dengan-rakyat justru sangat efektif. Untuk hal-hal tertentu, bahkan dapat sangat menonjol. Dari titik inilah berkembangnya berbagai bentuk diplomasi publik atau diplomasi rakyat (citizen diplomacy ) yang ada, termasuk lewat musik.

 

Cukup teorinya? Baiklah. Dalam konteks ini, hal yang membuat saya menuliskan masalah ini adalah setelah mendengarkan kata-kata liris dalam lagu yang dinyanyikan kelompok band Outlandish: Look into My Eyes. Lirik lagu tersebut berasal dari sebuah puisi yang dituliskan Gihad Ali yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina hidup di bawah pendudukan Israel dan kritik keras terhadap kebijakan AS di Timur Tengah.  Bila kita simak lirik itu dengan suara tembang trio Outlandish, maka jejaknya akan dalam masuk ke hati.

 

Outlandish  adalah kelompok musik berbasiskan Denmark. Ketiga anggotanya, Isam, Waqas dan Lenny adalah keturunan Maroko, Pakistan dan Honduras, meskipun Isam dan Waqas memang dilahirkan di Denmark. Ketiga anggota Outlandish disebut di Wiki sebagai pribadi yang religius. Lenny Maritnez beragama Katolik, sedangkan Isam dan Waqas muslim, namun perbedaan agama tidak menjadi tembok penghambat: bila kita menyatakan kebenaran, maka nyatakanlah kebenaran itu. Outlandish telah menyanyikan lagu-lagu menyangkut dunia Islam baik di Timur Tengah maupun dalam konteks Eropa. Cobalah simak klip videonya dan ikuti dengan lirik di bawah.

 

Dapat dipastikan ada sederetan nama artis lain yang telah menyanyikan konflik Palestina sebagai bukti simpati dan keperdulian mereka. Beberapa lagu berentak rap tentang Palestine juga dapat diakses, misalnya, di YouTube. Ketika isu dan luka Palestina secara politik dibahas dan dinegosiasikan di PBB serta berbagai kancah politik lainnya, ia juga dinyanyikan dalam berbagai lagu dalam beragam bahasa, termasuk bahasa Inggeris. Kita juga dapat mendengar Song of Palestine  yang dibawakan The Savage Rose. Atau, akan lebih baik, bila kita coba dengarkan  jeritan keras seorang gadis kecil Palestina yang kehilangan kasih sayang ayahnya karena dipenjarakan Israel [video klip di kanan]. Walaupun mungkin kita tidak mengerti, sangat pasti kita dapat merasakannya.

 

If only everyone listens!
---------------------------

Look into My Eyes
Song: Outlandish
Lyric: Gihad Ali
 
Look into my eyes
Tell me what you see
You don't see a damn thing
'cause you can't relate to me
You're blinded by our differences
My life makes no sense to you
I'm the persecuted one
You're the red, white and blue

Each day you wake in tranquility
No fears to cross your eyes
Each day I wake in gratitude
Thanking God He let me rise
You worry about your education
And the bills you have to pay
I worry about my vulnerable life
And if I'll survive another day
Your biggest fear is getting a ticket
As you cruise your Cadillac
My fear is that the tank that has just left
Will turn around and come back

Yet, do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows?
Has our world gone all blind?

Yet, do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows?
Someone tell me ...

Ooohh, let's not cry tonight
I promise you one day it's through
Ohh my brothers, Ohh my sisters
Ooohh, shine a light for every soul that ain't with us no more
Ohh my brothers, Ohh my sisters

See I've known terror for quite some time
57 years so cruel
Terror breathes the air I breathe
It's the checkpoint on my way to school
Terror is the robbery of my land
And the torture of my mother
The imprisonment of my innocent father
The bullet in my baby brother
The bulldozers and the tanks
The gases and the guns
The bombs that fall outside my door
All due to your funds
You blame me for defending myself
Against the ways of my enemies
I'm terrorized in my own land (what)
And I'm the terrorist?

Yet, do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows?
Has our world gone all blind?

Yet, do you know the truth of where your money goes?
Do you let your media deceive your mind?
Is this a truth nobody, nobody, nobody knows?
Someone tell me ...

Ooohh, let's not cry tonight, I promise you one day it's through
Ohh my brothers, Ohh my sisters,
Ooohh, shine a light for every soul that ain't with us no more
Ohh my brothers, Ohh my sisters,

Americans , do you realize that the taxes that you pay
Feed the forces that traumatize my every living day
So if I won't be here tomorrow
It's written in my fate
May the future bring a brighter day
The end of our wait

(pause)

Ooohh, let's not cry tonight, I promise you one day it's through
Ohh my brothers, Ohh my sisters,
Ooohh, shine a light for every soul that ain't with us no more
Ohh my brothers, Ohh my sisters,

[with kids]
Ohh let's not cry tonight I promise you one day is through
Ohh my brothers! Ohh my sisters!
Ooh shine a light for every soul that ain't with us no more
Ohh my brothers! Ohh my sisters!

 
Nb: Maaf, pos awal berbahasa Inggeris "Song Diplomacy for Palestine" dapat diakses di Opinion Counts!

msyihab wrote on Dec 18, '06, edited on Dec 18, '06
Memang aktor diplomasi semakin berkembang dan saya yakin hampir semua profesi dapat memainkan fungsi diplomasi dalam dunia yang tak lagi mengenal batas ini. Untuk Grup Outlandish, menurut saya selain sedang memainkan fungsi diplomasi mereka juga mewakili suara hati sebagian besar masyarakat dunia yang jengah terhadap ketidakadilan the big powers memperlakukan Palestina.
imamisnaini wrote on Dec 18, '06
Lagu memang sangat efektif menyuarakan hati rakyat yang tertindas. Pada waktu rezim Soeharto berkuasa suara hati rakyat hampir tidak di dengar, kekuasaan militer yang sangat kuat sampai ke tingkat pemerintahan terkecil, desa, berhasil membungkamnya. Saat itu muncul Iwan Fals. Hampir semua lirik lagunya berisi ungkapan yang mengkritik pemerintah yang semena-mena menindas rakyatnya.

Seni, termasuk lagu, karya sastra dan lukisan, jika hanya dipandang dari segi seni akan selesai pada sisi keindahannya saja, lain halnya jika seni juga dipandang sebagai cerminan keadaan masyarakat, seni bisa berfungsi sebagai senjata yang ampuh untuk melakukan penyadaran...
agustianwar wrote on Dec 18, '06
msyihab said
Untuk Grup Outlandish, menurut saya selain sedang memainkan fungsi diplomasi mereka juga mewakili suara hati sebagian besar masyarakat dunia yang jengah terhadap ketidakadilan the big powers memperlakukan Palestina
Iya nih...untuk Outlandish saya pribadi semakin gandrung mendengarkan lagu-lagunya, kebetulan di internet banyak yang bisa diunduh sendiri. Sudah cari di Barnes&Noble di LA, tapi tidak ada.... Soal diplomasinya, yang jelas semua lini perlu digerakkan, karena yang sudah banyak itu pun ternyata masih tetap kurang....salam.
agustianwar wrote on Dec 18, '06
Pada waktu rezim Soeharto berkuasa suara hati rakyat hampir tidak di dengar, kekuasaan militer yang sangat kuat sampai ke tingkat pemerintahan terkecil, desa, berhasil membungkamnya. Saat itu muncul Iwan Fals.
Setuju Mas, pada dasarnya seni banyak mengambil bentuk perlawanan pada kesewenang-wenangan. Iwan Fals juga mengena di hati rakyat karena perlawanannya....

Dalam konteks Palestina, nyanyian duka memang sudah panjang, tetapi apabila disenandungkan oleh mereka yang di luar, apakah Eropa, Amerika dsb, barangkali punya peluang untuk sampai ke telinga dan mengetuk hati pemimpin dunia yang terkait. Di titik inilah nilai Outlandish itu bagi saya.... Semoga semakin banyak yang mendengar....... salam, Anwar.
senandunghikmah wrote on Dec 18, '06
terut terang kita juga suka .. apalagi duat dengan sami Yusuf kemaren menyentuh banget nasyidnya.
ternyata... luar biasa, sebuah lagu bisa membuka mata dunia...
pertama denger rada-rada bingung, pas denger kata-kata atau syairnya... bergemuruh juga dalam dada ini.
tapi kok gak ada jualan kaset or CD nya ya di Indonesia ??
agustianwar wrote on Dec 18, '06
Pertama-tama, selamat atas grup nasyidnya, semoga sukses terus....dari Palembang lagi....
Lirik lagu Look into My Eyes itu sangat tajam dan menyentak kalau kita simak dalam-dalam, sebuah penggambaran realis yang luar biasa. Mungkin karena diangkat dari sajak, maka pilihan katanya terasa dalam.... Kalau soal mendapatkan cd-nya di tanah air saya memang tidak tahu di mana, mungkin harus sabar mencari atau juga dapat didownload dari berbagai sumber di internet.... salam sukses, Anwar.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help