Blog EntryANTARA HIDUP DAN LISTRIKFeb 15, '07 11:44 PM
for everyone





Kolom: Agusti anwar

Ketika Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu dan memasarkan energi listrik menjelang akhir abad 19, ia mungkin tak menduga bahwa kelak listrik yang dipopulerkannya itu akan menjadi jantung yang menyalurkan degup kehidupan bagi peradaban manusia. Sekarang setiap bangsa yang mengadopsi peradaban modern sudah sangat tergantung pada sumber energi yang satu ini. Meski masih ada negara atau masyarakat yang belum tersentuh peradaban serba listrik, namun situasi demikian pasti akan berakhir.

Sekarang, bahkan, sebuah aksioma baru telah ditegaskan. Saya memang agak terperangah ketika pertama kali membaca pernyataan tandas Yukio Natano dari The Central Research Institute of Electric Power Industry (CRIEPI): To Live is to Use Electricity. Betapa optimistiknya pernyataan itu, saya membantin.

Betul, ini adalah premis yang diajukan ketika Institut itu merumuskan sistem pemantauan bagi warga lansia yang hidup sendiri. Argumen dasarnya cukup brilian, dengan mengatakan bahwa semua orang menggunakan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari, apakah untuk penerangan, televisi, memasak, mencuci pakaian dan sebagainya, maka aktifitas di rumah akan dapat dideteksi dari pola penggunaan peralatan listrik, menyalakan dan mematikannya. Sistem ini terutama dinilai efektif untuk memonitor apakah seorang lansia yang tinggal sendiri masih sehat dan beraktifitas atau justru terbaring sakit tak berdaya. Dengan sistem ini, warga lansia yang hidup sendiri dapat dipantau dari jarak jauh, tanpa harus sering diganggu untuk mengecek langsung keadaannya.

Memang, sistem yang ditawarkan itu sejauh ini hanya feasible diterapkan di negara-negara maju. Namun premis dasarnya bahwa keterkaitan antara hidup dan penggunaan listrik semakin hari semakin tidak terbantahkan. Sebabnya tentu tidak lain karena hampir keseluruhan struktur penyangga kehidupan modern terkait dengan listrik. Keterpautan ini bahkan lebih sering bersifat langsung daripada tidak langsung. Di rumah, kita menggunakan penerangan listrik, menyalakan televisi, menjawab telepon, menyimpan makanan di kulkas dan seterusnya. Di kantor, kita bekerja dengan topangan energi listrik, apakah untuk komputer, presentasi dengan in-focus, teleconfernce dan sebagainya. Pabrik-pabrik serta berbagai macam permesinan yang melingkupi hajat hidup rakyat banyak sangat bergantung pada ketersediaan tenaga listrik.

Bahkan, ketika entri ini diunggah ke internet, sama sekali tidak mungkin dilakukan apabila listrik tidak tersedia, karena komputer tak akan bisa mengakses internet. Gagasan besar tentang dunia virtual menempatkan listrik sebagai sel-sel kecil yang bersifat mutlak dan menopang eksistensinya. Tanpa jaringan listrik, tidak akan pernah ada itu www.

Dengan demikian bahwa hidup = penggunaan listrik, akan semakin benar setiap harinya. Memang sekali pun tanpa penggunaan listrik, peradaban manusia tetap akan dapat bertahan. Toh sejak zaman batu jutaan tahun sebelumnya manusia telah hidup tanpa mengenal penerang listrik. Namun setelah era listriknya Edison, peradaban modern pun berkembang dengan berbagai kemungkinan teknis baru yang mewarnai proses kehidupan itu sendiri.

Lantas, sudah menjadi hukum alam pula, bahwa semakin kita tergantung kepada sesuatu, semakin sulit bagi kita untuk bertahan tanpanya. Sekarang, negara saling berperang, bahkan sampai memusnahkan negara lain, demi memperebutkan atau mendapatkan akses kepada sumber daya energi. Minyak bumi dan gas pun menjadi primadona tidak lain karena fungsi dasarnya sebagai bahan bakar yang menghasilkan listrik. Dengan itu, maka hadirlah kehidupan bagi pabrik-pabrik yang memproduksi barang konsumen, kantor-kantor tempat kita bekerja, rumah-rumah tempat kita berdiam.

Jadi, tidak mengherankan betapa hebohnya masyarakat ketika pasokan listrik berkurang karena adanya kerusakan pembangkit listrik. Jakarta bahkan diperkirakan akan mengalami krisis listrik pada tahun 2008, apabila pembangkit baru tidak ditambah. Kelangkaan, apalagi ketiadaan, daya listrik tentu bukan saja sangat mengganggu kelangsungan kehidupan yang normal, tetapi juga merugikan kehidupan ekonomi.

Apabila sepertiga dari kota Jakarta tidak mendapatkan pasokan listrik satu hari saja, itu akan mengakibatkan kerugian milyaran rupiah, karena proses produksi dan perputaran ekonomi termacetkan. Bayangkan besarnya peluang terjadinya kecelakaan jalan raya dan berapa buruk kemacetan yang akan terjadi sekiranya lampu lalu lintas mati karena tidak adanya listrik? Tak akan berlebihan apabila dikatakan bahwa dalam situasi krisis daya yang berlarut-larut, maka kehidupan seperti apa yang kita jalani sekarang praktis akan lumpuh.

To live is to use electricity, katanya, sehingga hidup tanpa listrik menjadi tak mungkin.

Namun demikian, dalam situasi yang luar biasa memang akan selalu ada pengecualian. Ketika banjir melanda Jakarta yang baru lalu, listrik ternyata juga menyebabkan berakhirnya hidup, ketika beberapa warga kota yang dilanda banjir tewas tersengat arus listrik tegangan tinggi yang menghidupi kota. Waktu itu, petugas terpaksa memutuskan pasokan listrik dem
i menghindarkan jatuhnya korban yang lebih banyak. Kombinasi antara banjir dan arus listrik ternyata bukan saja melumpuhkan, tetapi juga mematikan. Listrik memang dapat menunjang hidup, tetapi bagi si terhukum yang duduk di kursi listrik, hidup justru berakhir karenanya.

Alhasil, bukan hanya hidup yang memerlukan listrik, kematian pun bisa diantarkan olehnya.


LA, 14 Feb 2007

32 CommentsChronological   Reverse   Threaded
laurakhalida wrote on Feb 16, '07
yah betul, tanpa listrik apa artinya? untung dulu edison nggak nyerah meski 9900 kali eksperimen gagal. kalo nyerah kita masih pake petromaks kali ya he he
imamisnaini wrote on Feb 16, '07
cerita yang menarik mas, listrik bisa menghidupi sekaligus mematikan...
deshinta wrote on Feb 16, '07
Baru saja kolejku kebakaran kabel listrik......bayangkan office kami tanpa api (bhs malaysia, maksudnya listrik)..... AC gak ada, komputer gak bisa nyala, mau ke toilet juga gelap gulita........betul2 kegiatan kami lumpuh... semuanya kepanasan.. krn AC gak nyala. Di rmh pun, kipas nggak bisa dihidupin...
Listrik mmg penting...jadinya sempat pakai generator waktu itu. Alhamdulillah, esoknya kabel baru sudah dipasang..
BTW saya suka tampilan MP nya Bang Anwar yg sekarang........ sukaaaaaaaaaa... banget.....
jampang wrote on Feb 16, '07
pastinya kita tak kan berdaya tanpa listrik sekarang.
sempet ngerasain dulu penerangan di rumah pake petromak
lllsemeleketelll wrote on Feb 16, '07
Weleh.. yang jelas klo ga ada listrik kita ga bakalan bs ngeBlog di MP. hehe...
agustianwar wrote on Feb 16, '07
untung dulu edison nggak nyerah meski 9900 kali eksperimen gagal. kalo nyerah kita masih pake petromaks kali ya he he
Tapi juga ada 'sisi' baiknya, nggak perlu bayar tagihan listrik...ha ha ha.....
agustianwar wrote on Feb 16, '07
listrik bisa menghidupi sekaligus mematikan...
Saya cuma merasa terintrik oleh pernyataan to live is to use electricity itu..... Mestinya tadi menulis tentang warga lansia, jadinya malah soal listrik...yang awal malah pending ha ha ha.....
agustianwar wrote on Feb 16, '07
Baru saja kolejku kebakaran kabel listrik......bayangkan office kami tanpa api (bhs malaysia, maksudnya listrik)..... AC gak ada, komputer gak bisa nyala, mau ke toilet juga gelap gulita........betul2 kegiatan kami lumpuh... semuanya kepanasan.. krn AC gak nyala. Di rmh pun, kipas nggak bisa dihidupin...
Listrik mmg penting...jadinya sempat pakai generator waktu itu. Alhamdulillah, esoknya kabel baru sudah dipasang..
BTW saya suka tampilan MP nya Bang Anwar yg sekarang........ sukaaaaaaaaaa... banget.....
Ketahuan mengapa sukaaaaaa banget: 1, belum jenguk sejak ada perubahan (re entri: Wajah Baru KKAA) dan 2. Ya karena warna biru kan kesenangannya Deshinta....ya kan?
Wajah baru ini demi untuk personalisasi blog ini di samping agar terasa lebih teduh....salam...
agustianwar wrote on Feb 16, '07
jampang said
pastinya kita tak kan berdaya tanpa listrik sekarang.
Yang bakat nulis di blog pun pasti bakal kesampaian kan?
agustianwar wrote on Feb 16, '07
Weleh.. yang jelas klo ga ada listrik kita ga bakalan bs ngeBlog di MP. hehe...
Kalau ngeblognya di blogspot, wordpress dan lainnya gimana? Bisa nggak sih? Ha ha ha.....
deshinta wrote on Feb 16, '07
Ketahuan mengapa sukaaaaaa banget: 1, belum jenguk sejak ada perubahan (re entri: Wajah Baru KKAA) dan 2. Ya karena warna biru kan kesenangannya Deshinta....ya kan?
Wajah baru ini demi untuk personalisasi blog ini di samping agar terasa lebih teduh....salam...
he he he.....analisisnya meni yahud..... dapat 100..!!
latifabdul wrote on Feb 16, '07
Sdr Anwar artikel yang bagus dan saya ingat kepada nasehat Rasul;
Kalau ingin benar2 ingin masyuk syurga dan hendaklah meninggalkan warisan2 yang bermanfaat untuk masarakat.
1.Meningalkan anak2 yang selalu mendokan orang tuanya yang telah meninggal dunia.yaitu anak yang beriman dan taqwa(saleh)
2.Meninggakan ilmu atau buku2 yang bermanfaat untuk masarakat.Selagi ilmu2 itu bermanfaat selama itu pula pahala2 mengalir kepada accountnya.
3.Meninggalkan warisan2 yang banyak seperti; Lestrik, pompa.mobil, sekolah2, mesdjid ,rumah sakit dll.Selagi bermanfaat maka selama itu pula pahala2 mengalir kepada account nya dan selama itu pula dikenang namanya, umurnya bertambah panjang.

Dulu orang2 Barat yang belajar kepada ahli2 islam, sekarang kita yangbanyak belajar kepada Barat...T.A.Edison meninggalkan kita lestrik yangsangat kita perlukan, semoga arwahnya di terima oleh ALLAH swt.
salam latif...

ciput wrote on Feb 16, '07
komentar 1: rencana pemerintah membangun pembangkit 10.000 MW sangat tidak masuk akal. Pertama karena fokusnya di Jawa, yg kelebihan tempat tapi kekurangan tempat (baca: lahan). Kenapa ga bangun di Sumatra terus dialirkan lewat kabel bawah air? Kedua karena pakai batubara! Batubara yg kualitas bagus di Indonesia sangat kurang, yg melimpah kualitas rendah dan perlu pengayaan dulu, ini khan biaya lagi. Belum lagi kalau bicara dampak pencemaran udara. Huh! :(
Comment deleted at the request of the author.
ciput wrote on Feb 16, '07
Bang, tau ga kalau listrik ada hubungannya dengan tingkat keberhasilan KB? Baca di sini penjelasannya. :D
agustianwar wrote on Feb 16, '07
Dulu orang2 Barat yang belajar kepada ahli2 islam, sekarang kita yangbanyak belajar kepada Barat...
Sejarah selalu berputar Uda. Moga-moga tak akan terlalu lama bahwa Barat pun belajar lagi dari kita....ya nggak? salam, Anwar.
agustianwar wrote on Feb 16, '07
ciput said
Bang, tau ga kalau listrik ada hubungannya dengan tingkat keberhasilan KB? Baca di sini penjelasannya. :D
Ha ha ha....itu mah sudah tidak original kan; udah sering disebut.....tapi status perbandingan terbalik itu memang ilmiah dan tepat lucu...he he he....
agustianwar wrote on Feb 16, '07
ciput said
Kenapa ga bangun di Sumatra terus dialirkan lewat kabel bawah air?
Nah tuh, saya ikut nanya juga: mengapa tidak dibangun di Sumatera? Ayo siapa yang tahu jawabannya.......ha ha ha.....

Sori, guyon, but you are right, banyak sekali persoalan yang memerlukan pemikiran ulang. Rencana bisa saja terkesan wah, tetapi bagaimana cara merealisirnya dan apakah berbegai aspek rencana itu sendiri telah dipertimbangkan secara matang, ya kan? Jadi, bukan sekedar rencana saja.....
marliskoto wrote on Feb 16, '07
Alhamdulillah dan Terima kasih kepada T A Edison......kalau tidak oleh beliau, kita di MP ini tidak akan berkenalan satu sama lain...........
agustianwar wrote on Feb 16, '07
kalau tidak oleh beliau, kita di MP ini tidak akan berkenalan satu sama lain...........
Tapek bana tu da Marlis......ha ha ha.....salam, Anwar.
marliskoto wrote on Feb 17, '07
Ngomong2 bung Anwar kata nya lama di Riau, dimana di Riau nya ?.......kalau saya juga lama di Riau tepat nya di daerah Bangkinang.....
agustianwar wrote on Feb 17, '07
Ngomong2 bung Anwar kata nya lama di Riau, dimana di Riau nya ?.......kalau saya juga lama di Riau tepat nya di daerah Bangkinang.....
Wah saya sejak bayi sudah di Ria, Bang, tepatnya di Duri, sampai SMA. Dulu ayah bekerja di Caltex. Kuliah saya di UNRI, baru sejak 1993 pindah ke Jakarta. Bangkinang? Waduh, dekat sekali. Kapan hijrah dari Bangkinang?
marliskoto wrote on Feb 17, '07
Wah saya sejak bayi sudah di Ria, Bang, tepatnya di Duri, sampai SMA. Dulu ayah bekerja di Caltex. Kuliah saya di UNRI, baru sejak 1993 pindah ke Jakarta. Bangkinang? Waduh, dekat sekali. Kapan hijrah dari Bangkinang?
Asal Ibu Bapa dari Bukittinggi, lahir di Bukittinggi dari kecil di Kuok Bangkinang, tahun 1966 sekolah di PGA komlek Nyamuk ( dekat UNRI )Pekan Baru, tahun 1971 pindah ke Jakarta, tahun 1977 pindah ke Sydney sampai sekarang.......hahahahaaaa......begitulah nasib perantau Minang yang satu ini.
agustianwar wrote on Feb 18, '07
begitulah nasib perantau Minang yang satu ini.
Merantau memang sudah darah Minang kan Uda Marlis.....
Yang penting, di mana pun bumi yang kita pijak, mudah-mudahan ada kebaikan di dalamnya....salam, Anwar..
bundaratna wrote on Feb 18, '07
wah emang enak pake listrik cuma kalo kesetrum yang gak enak. mas dulu saya waktu dikampung pernah pake lampu tempel tapi waktu pagi sudah tiba saya tiup lampunya ehhhhhhhhh taunya hidung saya pada hitam kacian deh.
agustianwar wrote on Feb 19, '07
ehhhhhhhhh taunya hidung saya pada hitam kacian deh.
Mm....makanya mungkin Edison menemukan lampu listrik,biar nggak pada hitam hidungnya...ya nggak ha ha ha........
diyan31 wrote on Feb 21, '07
Jadi sedih ingat di daerah pelosok Indonesia yang masih belum menikmati manfaat listrik ... (btw masih ada yaa..?)
agustianwar wrote on Feb 24, '07
diyan31 said
Jadi sedih ingat di daerah pelosok Indonesia yang masih belum menikmati manfaat listrik ... (btw masih ada yaa..?)
Masih ada kok---program listrik masuk desa masih ada juga kok yang belum menikmati.....
ryono wrote on Feb 28, '07
moga-moga T.A Edison masuk surgaNya....Amiiiinn...(ya ..ketimbang Imam samudra cs yang ga bisa ninggalin manfaat apa-apa..)

Andai Pemerintah kita juga mikirin para lansia ituuuhhh...
Andai..para Elit Politiknya juga "ngucurin" duit buat program listrik se-Indonesia....
agustianwar wrote on Mar 4, '07
ryono said
moga-moga T.A Edison masuk surgaNya....Amiiiinn...(ya ..ketimbang Imam samudra cs yang ga bisa ninggalin manfaat apa-apa..)
Semua kebaikan memang sepatutnya dibalaskan dengan kebaikan, amiin....
renovaldy wrote on Sep 8, '07, edited on Sep 8, '07
Degan ada nya lisrik ,sangat membantu segala kegiatan manusia di muka bumi ini.Memang ada sebagian orang yang mendapat musibah karena lisrik.Tetapi yang mesti kita ingat,lisrik akan berjalan dengan sistemnya.Apapun efeknya baik bermanfat atau musiba dari sipemakai lisrik.lisrik akan tetap jalan sesuai dgn sistemnya.gunakan lisrik dengan hati2.slm menikmati lisrik.
agustianwar wrote on May 21
Degan ada nya lisrik ,sangat membantu segala kegiatan manusia di muka bumi ini.Memang ada sebagian orang yang mendapat musibah karena lisrik.Tetapi yang mesti kita ingat,lisrik akan berjalan dengan sistemnya.Apapun efeknya baik bermanfat atau musiba dari sipemakai lisrik.lisrik akan tetap jalan sesuai dgn sistemnya.gunakan lisrik dengan hati2.slm menikmati lisrik.
Memang listrik sudah lengket permanen dengan kehidupan dan peradaban manusia sekarang ini.....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help