
Bersama waktu, tiba-tiba semua kita bisa merasa menjadi terlalu letih, terlalu penuh sesak, seakan tidak ada lagi yang kosong. Segalanya terasa membebani, apa yang sudah ada di dalam seakan tak kuat lagi menerima apa pun lainnya. Mungkin sekali kita bahkan tidak tahu persis hal-hal apa sajakah itu yang memmenuhi dan membuat sistem diri kita menjadi terlalu berat dan lambat. Mungkin saja ada jutaan hal kecil yang hampir tidak bermakna, tetapi hadir sebagai beban yang memenuhkan rongga.
Situasi sedemikian tentu pernah dialami siapa pun. Bukan saja mereka yang memiliki posisi puncak, yang dipenuhi jadwal padat per menitnya. Kita yang orang biasa, seorang average joe kata orang Amerika, juga dapat dihadapkan oleh tekanan yang sama. Tiba-tiba, dalam suatu titik, rasa letih dan terlalu sesak itu datang. Kincir-kincir otak bekerja lebih lambat; energi seakan terus berkurang; semangat menjadi turun. Grafik kinerja terganggu.
Ada perasaan tak menentu. Bagi sebagian, bahkan perasaan yang muncul dapat seperti menjadi lepas kontrol. Jika dilukiskan secara lebih grafis, situasi itu dapat seperti berdiri di tengah danau tak bertepi, ujung kaki menjejak dasar, tersangkut dan tak bisa lepas, sedangkan air terus naik mencapai bahu, terus ke leher, lalu tepat di atas mulut. Lalu tepat di pangkal hidung, dengan wajah yang telah terus mendongak.
Dalam bahasanya Malcolm Gladwell, titik batas situasi seperti ini barangkali pas disebut 'the tipping point'. Memang bukan dalam makna yang diinginkan Gladwell, sebagai sebuah pengantar bagi epidemi sosial; melainkan sekedar sebuah titik batas. Sebagai manusia, perasaan letih dan sesak dapat membawa ke sebuah kulminasi. Apabila balon atau gunung merapi, meletus; bom, meledak. Air yang menggenang terus, meluapkan banjir.
Para ulama penghibur jiwa, pakar psikologi yang menggali emosi, guru dan penyair pengajar makna dan seterusnya, akan meminta kita yang mengalami situasi seperti ini untuk berhenti sejenak dan bermeditasi. Break and redirect, istilah yang saya saya suka gunakan. Di antara ratusan nama dari Barat sampai ke Timur, adalah Qarni yang telah membuahkan La Tahzan, ada Hamka dengan Tasawwuf Modern-nya, yang semua akan menuntun pada penataan hati. Sangat banyak aspiran pembuka jiwa yang kata-katanya dapat dipakai sebagai jalan penyejuk. Chicken soup for the soul, demikian istilah yang masih populer digunakan. Namun dari semua resep yang ada, dapat dipastikan bahwa pendekatan yang paling efektif adalah dengan khusyuk merendahkan diri di hadapan Yang Maha Besar.
Sudah galib saja bahwa kehidupan dapat membuat manusia letih. Di zaman teknologi komputer ini, pengibaratan paling pas situasi letih dan sesak ini barangkali adalah file fragmentation. Setiap detil sehari-hari, lengkap dengan seribu satu masalahnya, memang tersimpan dalam file masing-masing. Kendati demikian, tumpukan file yang masuk dalam berbagai clusters itu dapat saling acak tidak teratur, tumpang tindih atau salah tempat, sehingga susah dilacak, lambat ditemukan.
Pun, karena setiap hari bertambah terus dan penyimpanannya semakin terpencar ke mana-mana, maka akan cepat tiba waktunya sistem operasi menjadi berat. Proses kerjanya menjadi semakin lambat, kinerja (performance) menurun. Itulah saatnya komputer perlu di-defrag.
Sebagai manusia, kita memang bisa iri karena fasilitas defragmentasi komputer jauh lebih andal dan, bahkan, sangat sederhana. Begitu perintah defrag dipilih, pemindaian langsung dilakukan. Segera tampaklah tumpukan clusters berwarna merah yang tak teratur itu (fragmented), file yang saling terkait, file yang tak terpindahkan, dan tentu ruang putih yang kosong.
Selang beberapa waktu, semua yang tidak teratur tadi berurut menjadi lebih tertib. Beberapa di antaranya memang akan ada yang terkategori 'unmovable', bahkan yang rusak dan tak terperbaiki. Namun yang lain, telah kembali tertata sehingga meringankan sistem yang dipakai. Performance kembali meningkat.
Hidup kita mungkin akan lebih mudah apabila fasilitas defragmentasi pun kita miliki. Masing-masing kita bisa saja telah punya pilihan fasilitas defragmentasi sendiri-sendiri. Ada yang bekerja cepat dan efektif; ada yang lebih lamban. Namun yang jelas, setiap kali rasa letih dan sesak itu datang, maka bukalah sistem operasi anda dan jalankan fasilitas defrag itu. Moga-moga terbantu.
LA, 18/03/2007
Kartun lucu tentang defrag lihat di sini.