Blog EntryMUSUH YANG TERJAHATAug 24, '07 9:41 PM
for everyone

 

 

 

 

Jumat ini, khatib yang naik mimbar menyinggung soal perlunya bersedekah, memberi dan tidak kikir. Pesan yang biasa, tetapi selalu sulit dilakukan. Dalam kata-kata petuah Jumat itu, dirujuk pula kata-kata penyair Islam Hasan Al-Bashri. Bahwa sejahat-jahatnya musuh adalah uang dan harta benda.

Money, money, money.

Klasik memang isunya, tapi tak akan tamat sampai dunia kiamat. Sebab, lembar-lembar yang penuh kuasa itu dapat membeli berbagai serba-serbi. Dalam kehidupan nyata, bahkan membeli hati.

Tentulah sang ustadz juga tahu bahwa uang dan harta pun dapat menjadi teman. Namun, seperti juga teman dapat berubah menjadi lawan, maka uang pun tak jarang menjadi bumerang. Dalam kehidupan nyata, bahkan musuh yang paling dengki.

Sudah tahu kita semua, bahwa karena uang sekalangan orang sanggup melakukan apa saja. Yang mencuri, menipu, merampok, korupsi, membunuh, makan rezeki anak yatim. Kikir tak hitung-hitung. Gara-gara uang, banyak yang tak tahu diuntung.

Itulah sebabnya, ketika yang kaya banyak, yang tak makan pun dapat saja sekarat tergeletak, persis di sebelah kita. Karena yang punya tidak mau memberi, maka ketimpangan kian menjadi-jadi. Lihatlah nasib dunia Islam kini.

Jadi, melatih diri untuk suka memberi adalah makna penting khutbah Jumat kali ini.

Barangkali kalau ini mampu kita lakukan, maka kata-kata Hassan Al-Bashri pun bisa kita ralat; sebaik-baik sahabat adalah uang dan harta yang membawa berkat.

Karena adanya uang pun membuat dermawan bisa memberi. Menjadikan hidup lebih berarti.

LA, 24/8/07

 


16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
kangbayu wrote on Aug 24, '07
ahh... betul sekali... kalau tidak di-manage dengan baik, uang adalah musuh yang sangat kuat...
tianarief wrote on Aug 24, '07
ya, setuju mas :)
thiaddcal wrote on Aug 25, '07
wahhhhhhhhhhhh..stuju banget..
thank u 4 sharing pak Anwar..
have a nice weekend..,say hi to the fam..
riza6315 wrote on Aug 25, '07
Tambah 1 Pak, asal usul sumber juga penting, biar barokah.
ismetrinaldi wrote on Aug 25, '07, edited on Aug 25, '07
Dan bahwasanya Dia (Allah) yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan" (An-Najm : 48).

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nur : 22)
deshinta wrote on Aug 25, '07

Allah "mendidik" saya tentang uang secara langsung di Masjidil Haram, Bang.
Saat itu, saya berniat untuk sodaqah kepada pengemis, tetapi saya tunda hingga menjelang hari akhir saya di Mekah.

Masya allah, ketika itu, saya mengalami susahnya mendapatkan pengemis atau orang yang layak untuk saya beri sedekah. Seolah olah Allah berkata "Aku tidak memerlukan sedekahmu".
Saya sampai menangis. Sungguh sulit menghabiskan uang yang cuma 40 reyal untuk sedekah. Saya ingin membeirkan kepada 40 orang pengemis, masing2 1 reyal, ttp masya allah, tidak ada seorang pengemispun saat itu. Bersih Padahal biasanya rame banget berderet.

Saya bertaubat, dan saya harus berjuang selama 2 hari, barulah saya bisa memberikan uang 40 reyal itu untuk beberapa pengemis,penyapu dan pengumpul gelas di sekitar masjidil haram. Anehnya lagi, sesudah uang 40 reyal saya habis, tiba tiba pengemis banyaaaakkk sekali di masjidil haram kala itu. Astaghfirullah........

Di sana saya merasakan, kalau uang sedekah yang kita berikan itu, sesungguhnya bukan Allah yang memerlukan, tetapi kita sendiri,untuk membersihkan harta kita. Dan kata Ustadz saya di Mekah waktu itu, sedekah adalah penyelamat kita di dunia dan akhirat, bukan di akhirat saya. Sesungguhnya sedekah adalah penolak bala.

Dan kini, di Msia sini, saya tidak mau menunda lagi sedekah sedekah saya. Dan subhanallah....... saya merasakan rezeki saya tidak berkurang, malah longgar. Sungguh longgar, semakin saya banyak bersedekah, semakin banyak balasan Allah yang saya terima.

Saya sangat bahagia, karena Allah sudah mendidik saya tentang hal ini langsung di tanah HaramNya...

** maaf kepanjangan **
agustianwar wrote on Aug 26, '07
kalau tidak di-manage dengan baik, uang adalah musuh yang sangat kuat...
Pas banget Kang...
agustianwar wrote on Aug 26, '07
sekedar catatan ringan Mas....
agustianwar wrote on Aug 26, '07
Dan bahwasanya Dia (Allah) yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan" (An-Najm : 48).

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nur : 22)
Thx Ismet---yang lebih penting adalah bahwa ayat-ayat rujukan itu menjadi perilaku. Inilah makna dari catatan di atas.....ya kan...? Salam abang Agus dan keluarga dari LA.
agustianwar wrote on Aug 26, '07
..,say hi to the fam..
Thx mbak Thia.....
agustianwar wrote on Aug 26, '07
asal usul sumber juga penting, biar barokah.
Iya tuh Mas Riza: agar jangan habis korupsi lantas nyumbang masjid kan ha ha ha......
agustianwar wrote on Aug 26, '07
Sungguh pengalaman yang penuh pengajaran ya Des. Saya sendiri belum sempat mengalami seperti di Tanah Suci ini, tetapi konteks yang sama dengan setting yang berbeda juga telah dialami sendiri.
diaz2000 wrote on Aug 26, '07
Uang atau harta bisa jadi "musuh", tetapi bisa juga menjadi "kawan", tergantung bagaimana kita menyikapi dan menggunakannya. TFS.
agustianwar wrote on Aug 26, '07
Cocok Mas.......
dimasfajarsoedibyo wrote on Aug 28, '07
ada tipe2 manusia yang menjadi jahat kalau melihat atau di beri kemudahaan dengan banyaknya uang di tangan. Dia baik hanya ketika miskin dan nafsu jahatnya muncul ketika kaya.

tapi ada juga tipe manusia yang baik kalau hanya ada uang di tangan. Dia sangat pelit dan sangat egois ketika dia menjadi miskin.

Manusia memang aneh2.
Menurut saya yang harus dimusuhi (di kontrol) itu nafsu jahat didalam diri dengan cara menjadi selalu baik dimasa sempit maupun lapang.
agustianwar wrote on Aug 28, '07
Manusia memang aneh2.
Menurut saya yang harus dimusuhi (di kontrol) itu nafsu jahat didalam diri dengan cara menjadi selalu baik dimasa sempit maupun lapang.
Setuju sekali...benda tetaplah benda toh....salam...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help