 S alah satu tantangan terbesar bagi seorang guru, di tingkat apa pun itu, adalah bagaimana merebut atensi anak didiknya secara penuh, agar seluruh potensi mereka tergali dan terasahkan.Di tingkat pendidikan dasar, tantangan ini dapat lebih runyam lagi. Bagaimanapun, merebut perhatian anak-anak selalu gampang-gampang susah. Anak-anak tentu memiliki rentang perhatian yang lebih pendek (short attention span) dalam berbagai hal, terutama apabila kiat-kiat untuk memperpanjang daya fokus mereka diabaikan.
Guru senantiasa dituntut untuk selalu kreatif dan dinamis dalam merebut hati dan konsentrasi anak didik, apabila ilmu yang diajarkan ingin betul-betul terserap.Pasti ada berbagai cara. Tetapi, sebagai sebuah kiat ringan yang cukup efektif adalah penentuan "student of the week". Penentuan "murid pilhan minggu ini" dapat dilakukan dari berbagai sudut pandang, tergantung bagaimana sasaran yang ingin dicapai guru sesuai dengan kebutuhan objektif kelas yang diasuh.Memang, format ini tidak jauh beda dengan pemilihan "pegawai teladan" (employee of the week) yang banyak diterapkan jaringan restoran fastfood atau perusahaan berbasis prestasi layanan lainnya. Yang berbeda tentu detil sasarannya saja.Putri saya Aisya yang duduk di kelas dua (second grade), minggu lalu menjadi student of the week. Ia pulang dengan gembira di hari Jumat sebelumnya, lengkap dengan surat dari Ibu guru yang menjelaskan tentang profil dan tugas murid pilihan dalam seminggu itu. Selembar kertas seukurang poster dibawa pulang, yang harus diisi dengan hal-hal menyangkut diri Aisya, foto-foto, termasuk foto keluarga, makanan kesukaan, hobi, cita-cita dan sebagainya. Poster "All About Aisya" ini dipampangkan di dinding luar kelas selama minggu pilihan. Selain itu, si murid dititipkan sebuah boneka beruang, Mr. Bear, yang harus dijaga dan dirawat sang murid. Demikian pula sebuah buku harian, "Dear Journal", yang harus diisi setiap harinya, tentang kegiatan yang dilakukan di sekolah, di rumah, atau hal-hal menarik lainnya.Dari pengamatan saya, ini kiat yang positif. Sebab, terbukti bahwa Aisya terlihat antusias; setiap pulang sekolah ia asyik menuliskan kisah yang dialami dari sudut pandang Mr. Bear. "Dear Journal, today Aisya and I have some fun at school......."
Benar, saya melihat ada kemajuan yang penting dalam kemampuan mengarangnya. Aisya bahkan antusias untuk sharing cerita-cerita yang ditulis dalam buku harian itu di depan kelas pada Selasa, 19 Februari ini.Intinya memang, penentuan murid pilihan minggu ini merupakan kiat yang dapat mengangkat moral sang anak. Selain itu, sekaligus melatihnya untuk bertanggung jawab (dengan merawat Mr. Bear) dan diuji kemampuan mengarang dan berfikir kreatifnya. Keseluruhan kegiatan itu bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar, sementara semangat sang anak meningkat.Semakin saya perhatikan lebih lanjut, dalam forum maya para guru Amerika seperti di A-to-Z Teacher Stuff---Teacher Resources, Lesson Plans, Themes, Tips, Printables and more, berbagai kiat diterapkan oleh para guru yang memang penuh dedikasi itu. Salah satu yang lazim dilakukan termasuk format student of the week, yang disesuaikan dengan tingkatan dan situasi kelas masing-masing. Ada juga guru yang menggunakan metode Star of the Week, yang memberikan kesempatan untuk murid menampilkan segala kelebihan dan kemampuannya.Dari pengalaman Aisya sebagai student of the week ini, saya [yang memang berasal dari keluarga guru] semakin mengerti perasaan seorang guru, ketika sekali waktu tahun lalu diundang sebagai hadirin dalam pertemuan guru-guru berprestasi se-AS. Terbaca ada perasaan bangga yang bermartabat di mata guru-guru pilihan itu. Betul, pertemuan itu semacam forum "teacher of the year".LA, 18 Februari 2008Lihat galeri foto di Student of the Week.
 | waah, pinter juga trik guru itu. bagaimana ya dengan guru-guru di sini? :D |
 | sebenarnya guru lokal di indo gak kalah mas. hanya caranya berbeda. thx for saring. senang mendapat pencerahan seperti ini, bisa diterapkan juga dirumah mas. |
 | bener..banyak cara bikin supaya si murid merasa bahagia & bangga karena gurunya punya perhatian besar terhadap pribadi si anak. |
 | Kadang ngiri lihat sistem pendidikan yang diterapkan "disana", termasuk kreatifitas guru-gurunya. Dan sering sedih lihat cara ngajar guru matematika seperti mengajar hafalan di sini...
btw : Selamat buat Aisya, semoga bisa bertahan menjadi student of the week di minggu-minggu mendatang.... |
 | Dulu waktu kuliah, satu dosen saya selalu memberi coklat untuk 2 nilai tertinggi di kelas. Walau 'cuma' Silver Queen, tapi sensasinya itu... hehehe... *belum pernah dapat, hiks*
Saya... bagaimana, ya? Anak SMA memang rentang perhatiannya tidak terlalu pendek, tapi sama-sama cepat bosan dan ujungnya mengobrol juga. Ada masukan untuk membantu saya? :) |
 | Assalamu'alaikum wr wb,
Setiap daerah memiliki adat dan kebudayaan unik yang tidak sama dengan daerah lain, begitu juga yang baik + cocok di negeri lain belum tentu baik+cocok dengan di sini. Toh banyak juga guru-guru di sini yang pintar dan kreatif serta terbukti menelurkan anak didik yang berkualitas baik di tingkat nasional maupun internasional.
wassalam
|
 | Lita pasti sudah punya kiat sendirilah---diberi pisang bagi yang bertanya, misalnya, he he he...  Ahahahaha... yang itu belum pernah, pak :D Yang saya lakukan baru sebatas memberi komentar-komentar langsung di kelas, di kertas PR, kuis, atau ulangan. Kalau bagus, ya dipuji. Kalau kurang teliti, ya diminta supaya lebih hati-hati. Ada yang 'kena', ada juga yang nggak hehehe...
Yang bingung... kalo males, nah itu, diapain ya? Kalau lebih 'lambat' menangkap pelajaran, saya ajari sepulang sekolah. Lha kalo anak males, gimana saya mau bantu? Dia aja gak mau bantu dirinya sendiri.
Eh lha, kok malah jadi curhat di sini. Hehehe... maap pak :p |
 | Mantap kali lah itu! Perlu dicontoh n diterapkan di dunia pendidikan Indonesia. Duh, kapan yah cita2ku jadi guru anak2 kan terwujud? *ngayal dot com* |
 | Mungkin cara ini yang emang bisa memacu si anak supaya bisa jadi student of the week ya??>. anyway, Slamat wat Aisya |
 | wah pasti kelasnya rame dan menarik sekali yaa kira kira ada cerita murid ngambek ke sekolah gak pak?
di Jakarta aku pernah ebrkunjung ke SD kupu kupu Ini Sd yang didirikan keluarga Daoed Jusuf Subhanallah, anak anaknya bersemangat sekali mereka malah sedih kalo ada hari libur |
| |