Blog EntryANAK-ANAK KITAMar 15, '08 2:02 PM
for everyone






"The only thing worth stealing is a kiss from a sleeping child."  ~Joe Houldsworth



Buah hati, demikian sebutan anak-anak dalam bahasa Indonesia. Betapa indah dan tepatnya memang penamaan itu.

Sebab, anak adalah benar buah hati kita. Risau gundah, riang senang orang tua sangat banyak terpaut pada risau gundah, seluruh yang dirasa anak-anaknya.

Bahkan, ketika mereka tertidur dengan lena pun, dalam senyum polos mereka itu, akan terus ada gedegap jantung yang waswas sepanjang waktu.

"Bagaimanakah besarnya mereka nanti?"

"Akankah mereka menjadi anak-anak yang terpuji, yang berakhlak berpekerti?"

"Akankah hidup mereka nanti baik, bekal mereka cukup?"

"Apakah kita telah mendidik mereka cukup, membekali sesuai, membesarkan mereka dengan sebaik-baiknya?"

Amat panjang dan banyak pertanyaan yang bertubi-tubi datang ke pikiran dan hati kita. Setiap waktu berdebar-debar, aduh, janganlah sampai ada yang salah. Janganlah sempat silap langkah.

Ketika kita sayang dan manjakan pun kita khawatir; takut mereka menjadi tak mandiri. Ketika kita peringatkan dan marahi pun, khawatir mereka terluka hati, scarred, menjadi rendah diri.

Setiap waktu kita bimbang, selalu menimbang-nimbang; sudah seimbangkah semuanya? Dimanakah yang tidak tepat?

Menjadi orang tua menyebabkan kita mengerti perasaan ayah ibu dahulu, sewaktu kita pun masih kecil-kecil. Semakin terasa pahit getir menjadi orang tua, semakin berterima kasih kita kepada mereka.

Menjadi orang tua memang menempatkan kita dalam situasi diuji sepanjang hari; sekian puluh tahun. Inilah ujian yang paling lama dalam kehidupan, karena nilai kelulusan kita pun adalah bagaimana jadinya anak-anak kita nanti.

Anak-anak kita membuat kita harus selalu siap menawar semua rencana; mencari kompromi di antara segala penat letih, beban dan tanggung jawab yang diemban hari.

Lalu, dalam khawatir yang tak putus itu, ketika suatu kali anak kita menghampir, "Ayah, adek mau bisikin deh. Beneran," katanya.

Kita akan cepat saja tersenyum; ada apakah gerangan?  Di waktu kita menelengkan telinga, menunggu bisikannya, ternyata ia tak langsung membisik, tetapi mencuri mencium di pipi. Sehingga mengalirlah gelombang energi itu, yang me-recharge baterai kehidupan kita, yang berkelip-kelip, yang khawatir dan gelisah sepanjang waktu. "You are my favourite daddy", bisiknya.

Ia memang lagi gandrung kata 'favorit' itu. Sementara kita akan tersenyum sepanjang hari. Dan akan kembali tersenyum lagi di hari-hari lain, saat teringat bisikan suara sang buah hati.

Anak-anak kita.


LA, 15 Maret 2008


18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
thiaddcal wrote on Mar 15
thanks dah sharing pak Anwar..
saya kayanya selalu sibuk utk anak2 saya.., kadang2 suka ngeluh.., palagi kalo mrk agak2 bikin repot saya..bersihin lagi..bersihin lagi..
hahaha..tapi saya bisa bilang..saya gak bisa hidup tanpa mereka:-)))
bundakirana wrote on Mar 15
Setuju Pak..
btw,anak saya skrg gandrung sama kata 'i love you', hihihi... jadi suka nulis "Mama, I love you", duh rasanya kayak dapat emas segunung :)
tianarief wrote on Mar 16
saya tak pernah bosan bercerita tentang anak saya di blog ini. semoga tak pernah bosan membacanya. :)
eminxsgallery wrote on Mar 16
mesra yah...
yudimuslim wrote on Mar 16
subhanallah..:)
herbhayu wrote on Mar 16
bercengkerama dengan anak membuat capek, pening dan semua urusan kita di kantor semua jadi hilang. Recharged as you said... apalagi waktu di Jakarta ya Bang?
agustianwar wrote on Mar 16
.tapi saya bisa bilang..saya gak bisa hidup tanpa mereka:-)))
Once we become parents, there is no turning back, ya kan mbak. Gak bakal bisa hidup tanpa mereka---betul sekali.....
agustianwar wrote on Mar 16
duh rasanya kayak dapat emas segunung :)
Ha ha ha.....emas segunung; coba kalau bisa dijual, boleh juga tuh.....
agustianwar wrote on Mar 16
saya tak pernah bosan bercerita tentang anak saya di blog ini. semoga tak pernah bosan membacanya. :)
Iya, Mas Tian, saya tahu persaan itu: we are the proud parents of our children....
agustianwar wrote on Mar 16
mesra yah...
Mmm...........
agustianwar wrote on Mar 16
subhanallah..:)
Anak-anak memberikan pelajaran yang banyak Mas Yudi..... Tentang hutang kita kepada orangtua kita sendiri.......
agustianwar wrote on Mar 16
bercengkerama dengan anak membuat capek, pening dan semua urusan kita di kantor semua jadi hilang. Recharged as you said... apalagi waktu di Jakarta ya Bang?
You know the feeling now Bay----tepat sekali. Di Jakarta, waduh makin terasa semua capek itu. Cuma, ternyata di LA pun saya nggak jauh beda deh. Mungkin karena di LA semua dikerjakan sendiri, tidak ada teman-teman junior yang hebat-hebat seperti Bayu dan lainnya. Hanya lokal staf yang,.... Resiko di Konsulat kayaknya deh...... salam (dan sekali lagi selamat telah menjadi ayah)...
imamisnaini wrote on Apr 15
Benar Mas...
Sebagai orang tua, saya kadang juga kawatir, benarkah sistem pendidikan yang kita berikan kepada anak...bisakah anak kita nanti menjadi orang yang baik dan berguna, banyak membantu dan mengasihi orang lain....
Kalau sudah sampai disitu akhirnya pasrah...kita hanya bisa memberikan yang terbaik untuk bekalnya kelak...
agustianwar wrote on Apr 15
Kalau sudah sampai disitu akhirnya pasrah...kita hanya bisa memberikan yang terbaik untuk bekalnya kelak...
Iya Mas, kita hanya bisa berusaha.....semoga, semoga, semoga....amiinnn...
jua14 wrote on May 9
Apa kiat Abang mendidik anak di negara yang berbeda Agama dan budaya-nya? Oh, iya kalo makanan gimana sih Bang.. Apa ada Rumah Makan Padang disana, hehe..
agustianwar wrote on May 9
jua14 said
Apa kiat Abang mendidik anak di negara yang berbeda Agama dan budaya-nya? Oh, iya kalo makanan gimana sih Bang.. Apa ada Rumah Makan Padang disana, hehe..
Mm, susah-susah gampang juga menjawab pertanyaan soal kiat ini. Yang pasti saya selalu menanamkan semangat keIndonesiaan kita, bahwa kita bangsa yang bermartabat. Berada di negeri orang adalah sekedar perbandingan, itu pun untuk yang baik-baik saja. Setiap bangsa, apa pun agamanya, selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan; yang penting dipetik yang baiknya sajalah.... Soal rumah makan Padang, ada beberapa di Los Angeles. Bahkan kalau dibandingkan di seluruh AS, justru di LA yang paling banyak, karena sedikitnya ada belasan restoran Indonsia, termasuk yang menyuguhkan makanan Padang....Iswanda (Jua?) silahkan jalan-jalan ke LA sana....salam
jua14 wrote on May 13
Keluarga yang harmonis..di luar negeri lagi.. Duh, enak ya teman-teman dah pada di luar negeri tinggalnya. Saya? haha, cukup hanya sempet jalan2 ke Singapura. Jalur Karir diplomat saya mentok, bermanuver jadi pedagang. Alhamdulillah, mungkin inilah garisan hidup yang di berikan Allah. Saya ikhlas menerimanya...
agustianwar wrote on May 14
jua14 said
Jalur Karir diplomat saya mentok, bermanuver jadi pedagang.
Tuhan pasti sudah punya rencana sendiri-sendiri; yang penting kita berniat untuk melakukan yang baik, jalannya pastilah dibukakan...insyaAllah......
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help