Blog EntryMENAKAR URUSAN DUNIAWIMay 10, '08 1:05 AM
for everyone





Telah lama juga saya tidak menuliskan sesuatu tentang substansi khutbah Jumat. Di Jumat ini, khatib yang naik mimbar adalah Dr. Yunahar Ilyas, yang merupakan salah satu Ketua PP Muhammadiyah dan anggota MUI itu. Yang menarik dari kandungan khutbah singkatnya adalah soal pemaknaan urusan duniawi dan akhirat.

Kalau orang shalat, puasa, mengantar jenazah dan sebagainya, sering disebut sebagai urusan akhirat, demikian tuturnya. Sedangkan bekerja, makan minum dan lainnya, sebagai urusan duniawi. Ustadz yang bahasanya lugas itu pun mendefinisikan urusan duniawi sebagai kegiatan yang hasilnya dibalaskan langsung di dunia. Sedangkan yang ukhrawi, dibalaskan dalam bentuk pahala di akhirat.

Seringkali orang, katanya, berbasa-basi bahwa mereka bekerja sekedar mencari pahala, bukan uang. Namun pertanyaan sesungguhnya bagi mereka yang mengatakan demikian adalah apabila mereka bekerja tidak diberikan imbalan, masihkah mau bekerja? Jika tidak, jadi batallah ucapan bekerja untuk mencari pahala itu.

Pembedaan urusan duniawi dan urusan akhirat ini, menurut sang khatib, menyebabkan mencuatnya fenomena ketidakterkaitan antara ibadah dan perilaku sehari-hari. Artinya, ketika seseorang shalat sangat rajin, bahkan lengkap dengan ibadah sunnahnya, tidak selalu berarti memastikan yang bersangkutan akan terbebas dari perilaku korupsi, misalnya.

Itulah pula sebabnya seusai shalat Jumat, masih saja ada banyak sandal yang hilang, katanya.

Dari garis pemikiran Ustadz Yun itu, persoalan batas-batas antara urusan duniawi dan urusan akhirat tidak harus terpisahkan secara tajam. Ketika shalat dan puasa dikategorikan sebagai urusan akhirat, di dalamnya juga terdapat elemen-elemen kesehatan tubuh. Gerakan-gerakan shalat dapat menjadi bentuk senam yang menyehatkan. Sedangkan puasa telah dibuktikan baik bagi kesehatan lambung.

Demikian pula kegiatan-kegiatan yang tergolong duniawi. Makan, misalnya, adalah aspek tubuh yang sangat duniawi. Apabila makanan yang dimakan ternyata kurang garam, sekalipun dibacakan bismillah sepuluh kali, maka elemen kimiawi makanan itu tidak akan berubah menjadi sedikit lebih asin.

Tetapi, demikian diuraikan khatib, ketika kegiatan makan itu diawali dengan ucapan bismillah, yang berubah adalah urusan berkahnya. Dengan demikian, urusan keduniawiannya mendapatkan berkah akhirat, berupa pahala karena bersyukur.

Itu pulalah sebabnya apabila kita bekerja keras sehari-hari diniatkan sebagai mencari nafkah bagi keluarga, dalam rangka mencari rezeki yang halal, maka jatuhnya pun menjadi ibadah. Akan berbeda halnya apabila kita bekerja hanya untuk mendapatkan gaji, maka tidak lebih dari hanya gaji itulah yang diperoleh. Tidak ada keberkahan dan pahala di dalamnya.

Niat yang berbeda itu yang menjadikan jembatan antara urusan duniawi dan urusan akhirat. Ketika shalat mampu menjadikan kita lebih berakhlak, maka dampak duniawinya akan terlihat berupa pribadi yang lebih bermartabat, insan baik yang terpercaya. Sedangkan urusan duniawi yang disengajakan mencari berkah, akan pula menghasilkan pahala di hari akhir.

Begitulah hakikat dari khutbah Jumat Dr. Yunahar Ilyas di Los Angeles hari ini. InsyaAllah bagi diri saya sendiri hendaknya menjadi pelajaran; dan bagi anda apabila juga ingin mengambil perbandingan.


LA, Jumat, 9/5/08

Foto display dari sini.

Baca juga:

14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
arishu wrote on May 10
Saya jadi ingat cerita mengenai penceramah kondang yang mengatakan bahwa tujuannya berceramah adalah utk dapat menyampaikan pesan kebenaran, maka kalau kegiatannya berceramah tidak mendapatkan honor pun tidak menjadi masalah. Tapi ketika ada orang/panitia yg mengundangnya utk berceramah dgn memberikan honor yg kecil (krn keterbatasan anggaran), dengan berbagai dalih si penceramah kondang menolak undangan tsb.

btw thanks utk sharingnya mas. eh gimana si Andre Nurbi udah disana ya? gimana kabarnya?
amathonthe wrote on May 10
Thanks For Sharing
latifabdul wrote on May 10
Assalamu'alaikum wrwb
Alhamdulillah, saya senang sekali sdr Anwar kembali muncul di MP
apakabar,keluarga ada sehat sehat saja? Terimakasih infonya dulu.

Boleh saya berbagi ilmu tentang Topik diatas,kebetulan saya juga menulis tentang apa makna kehidupan "Duniawi dan akhirat itu" sesuai dgn ayat2 ALLAH.

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/15

Setiap ulama2 dan setiap kepala berbeda beda memahami ayat2 ALLAH swt,tergantung sekali kepada Hidayah ALLAH swt.

Semoga bermanfaat bagi kita semua
wassalam
melvinapatino wrote on May 10
wahh lemayan juga neh bacanya sambil nge-teh... TFS pak anwar
nadaminor wrote on May 10
bacaan tersebut diatas meng-isyaratkan saya (mungkin juga yg lain) agar lebih mampu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, karena keduanya hampir sulit dipisahkan.
ianrevival wrote on May 11
semua orang selalu berpamrih
baik urusan duniawi atau ukhrowi
yang membedakan hanyalah...
pamrih seketika (bersikap pragmatis)
dan... aku lebih memilih untuk mengharap pamrih jangka panjang
sesuatu yang tidak sekedar upah harian atau bonus penjualan
mungkin relasi, sahabat, keluarga, atau mungkin pahala.
yahhh... pilih aja mau yang mana
agustianwar wrote on May 11
arishu said
btw thanks utk sharingnya mas. eh gimana si Andre Nurbi udah disana ya? gimana kabarnya?
He he he.... yah, kalau hidup sepenuhnya sebagai pendakwah, mau tidak mau harus ada uangnya juga dong Mas Aris....

Si Nurbi, yah baik-baik saja....salam...
agustianwar wrote on May 11
Thanks For Sharing
My pleasure......
agustianwar wrote on May 11
Assalamu'alaikum wrwb
Alhamdulillah, saya senang sekali sdr Anwar kembali muncul di MP
apakabar,keluarga ada sehat sehat saja? Terimakasih infonya dulu.

Boleh saya berbagi ilmu tentang Topik diatas,kebetulan saya juga menulis tentang apa makna kehidupan "Duniawi dan akhirat itu" sesuai dgn ayat2 ALLAH.

http://latifabdul.multiply.com/journal/item/15

Setiap ulama2 dan setiap kepala berbeda beda memahami ayat2 ALLAH swt,tergantung sekali kepada Hidayah ALLAH swt.

Semoga bermanfaat bagi kita semua
wassalam
Terima kasih Uda Latif, sudah saya baca....salam....
agustianwar wrote on May 11
wahh lemayan juga neh bacanya sambil nge-teh... TFS pak anwar
Teh-nya apa tuh, teh "sariwangi?" he he he.........
agustianwar wrote on May 11
bacaan tersebut diatas meng-isyaratkan saya (mungkin juga yg lain) agar lebih mampu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, karena keduanya hampir sulit dipisahkan.
Idem dito, vice versa Pak.........
agustianwar wrote on May 11
semua orang selalu berpamrih
baik urusan duniawi atau ukhrowi
yang membedakan hanyalah...
pamrih seketika (bersikap pragmatis)
dan... aku lebih memilih untuk mengharap pamrih jangka panjang
sesuatu yang tidak sekedar upah harian atau bonus penjualan
mungkin relasi, sahabat, keluarga, atau mungkin pahala.
yahhh... pilih aja mau yang mana
Kalau begitu, perlu definisi "pamrih" itu apa.... salam...
jua14 wrote on May 13
Da'i sekarang dah kayak selebrities Bang ya..ampe masuk iklan produk tertentu, bikin dakwah melalui sms yang di iklankan via TV..(bersamaan juga maraknya iklan sms paranormal, dukun santet maupun tukang sulap). Wah, bisa jadi nih profesi saingan Angota Dewan ama Pengacara. Cepat bikin kaya, haha...Soal honor buat Da'i sih mungkin boleh2 aja, mereka punya keluarga juga buat memenuhi kebutuhan hidup, tapi jangan sampai timbul kesan seperti menjual produk berkedokan agama, malahan ampe pasang tarif sgala. Smoga itu semua sesuai dengan nawaitu yang iklas dan bener tuk mewujudkan akidah dan akhlak yang baik buat kaum muslim. Amin...
agustianwar wrote on May 14
jua14 said
Da'i sekarang dah kayak selebrities Bang ya..ampe masuk iklan produk tertentu, bikin dakwah melalui sms yang di iklankan via TV..(bersamaan juga maraknya iklan sms paranormal, dukun santet maupun tukang sulap). Wah, bisa jadi nih profesi saingan Angota Dewan ama Pengacara. Cepat bikin kaya, haha...Soal honor buat Da'i sih mungkin boleh2 aja, mereka punya keluarga juga buat memenuhi kebutuhan hidup, tapi jangan sampai timbul kesan seperti menjual produk berkedokan agama, malahan ampe pasang tarif sgala. Smoga itu semua sesuai dengan nawaitu yang iklas dan bener tuk mewujudkan akidah dan akhlak yang baik buat kaum muslim. Amin...
Kalau saya sih, dai yang populer itu bagus, daripada hanya artis atau paranormal. Yang penting da'i jangan sampai kehilangan perspektif dan menjadi setaraf dengan "pejuang duniawi" lainnya.....salam....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help