
Di yang dimaksud, bukanlah sebuah nama apalagi nama seorang aktor atau figur selebritis yang mencuri banyak hati penggemarnya. Di yang dimaksud adalah di-nya Pak Yus Badudu atau Gorys Keraf atau para pakar tata bahasa Indonesia lainnya.Pastilah bahwa menulis bukan urusan yang enteng. Ketika belajar menuliskan huruf dalam bahasa Indonesia sejak sekolah dasar, masih banyak sekali kesulitan menulis yang dihadapi sampai nanti telah menjadi sarjana strata sekian sekali pun.Di antara banyak permasalahan lazim dalam bentuk bahasa Indonesia tertulis ini akan terkait dengan persoalan di ini. Novel berjudul 'O' tidak ada hubungannya dengan 'di', walaupun terkesan eksotik, karena di yang kita maksud semata-mata soal sebuah imbuhan awalan dan kata depan.Menurut anda, mana yang benar dari bentuk penulisan kata-kata berikut: di kunyah, ditelan, di rumah, direstoran?Untuk kata kunyah dan telan, diberi awalan di yang terpisah dan bersambung. Sedangkan di depan kata rumah dan restoran, yang pertama dipisahkan dan yang berikutnya disatukan.Kalau kita masih memiliki kesulitan untuk menentukan pilihan dengan cepat, dapat dipastikan bahwa hukum penulisan awalan di masih belum betul-betul dipahami. Namun kalau anda langsung menconteng tanda benar untuk bentuk ditelan dan di rumah, maka persoalan tentang di dan di tidak anda hadapi.Betul bahwa kriteria tata bahasa yang berlaku untuk awalan di ini sangat sederhana. Bahwa untuk kata kerja, yang tentu bersifat pasif, awalan di mesti langsung ditulis dalam bentuk bersambungan. Sedangkan bentuk yang terpisah merupakan penanda bahwa ia merujuk kepada tempat. Di kantor menjadi benar penulisannya, sedangkan di kerjakan adalah salah.Memang demikian sederhana. Namun, herannya, kesalahan dalam penulisan awalan di ini sangat lazim terjadi dan kita temukan. Bukan saja dalam karya tulis murid sekolah menengah, makalah mahasiswa, tetapi juga dalam laporan berita surat kabar dan buku.* Di kantor, kalau staf anda yang membuat konsep laporan selalu saja salah dalam menempatkan awalan di ini, tentu dapat anda koreksi dan benarkan. Sekali (atau bahkan dua tiga kali) masih dapat dimaklumi. Namun, sering kali yang terjadi dan dialami banyak orang adalah bahwa kesalahan sederhana ini selalu terulang dan terulang kembali. Perulangan itu terjadi dalam bentuk yang selalu terbalik; bahwa di depan kata kerja di dipisahkan, sedangkan di depan kata benda tempat, di disatukan.Jadi, jangan heran kalau ternyata demikian sulit memahami dan menanamkan (dalam hati dan bawah sadar kita) aturan penulisan yang terkait dengan di dan di ini. Di yang dimaksud, bukanlah nama seorang aktor.
Los Angeles, 15 Mei 2008*) Jangan heran kalau anda mungkin pernah terserempak kesalahan penggunaan imbuhan awalan ini dalam makalah ilmiah tentang tata bahasa yang ditulis sarjana bahasa Indonesia.
Lihat juga:
 | ya ya ya...saya seringn kelepasan juga untuk imbuhan tempat sering disambung atau sebaliknya ":D |
 | yang saya ingat guru bahasa iNdonesia saya ketika SMP....galak bener soale mana rumanya depan rumah saya lagi jd keingetan terus ;))) |
 | iya...dasar mental anak sekolahan bener kalo ada gurunya aza =)) |
 | Saya koq malah jd inget merk samphoo anak2 ya..."DIDI", heheh :) |
 | wah! saya ja di teringat ketika mampir di rumah bu didi yang lagi menjemur pa di di bantu oleh pak di di yang ber bu di memberi saya majalah bekas memuat berita lady di yang segera di pinjam paman pan di ...
tolong dikoreksi, jika berkenan
salam |
 | hehehehe jadi malu neh sama kekurangan diri sendiri terhadap bhs sendiri *wink* |
 | Saya baru selesaikan edit naskah seorang penulis buku remaja yang lumayan laris di pasaran. Ia selalu tertukar antara di kata depan dan di imbuhan. Pusing juga ngeditnya karena saking buanyaknya yang salah...tapi berhubung bukunya sering cetak ulang, apa boleh buat....ya begitulah nasib editor |
 | sampai sekarang yd selalu bermasalah ama kata awal itu pak..:( |
 | di sebagai preposisi dan di sebagai pasif, gitu ya mas? saya sering kobolak-balik |
| |