Blog EntryMEMIMPIKAN NEGARA MUSLIM SUPERPOWERMay 5, '06 12:26 AM
for everyone

 

Kolom: Agusti Anwar

 

 

Mungkinkah di abad kita ini akan muncul negara muslim yang berkemampuan adidaya (superpower)?

 

Sepanjang sejarah, peradaban global selalu diarahkan dan dipengaruhi oleh negara-negara yang kuat. Di era modern ini, peradaban global tidak bersifat parsial atau regional, melainkan mencakup dan merasuki seluruh pelosok masyarakat dunia tanpa terkecuali.

 

Agar Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dapat dimaknai, maka dengan sendirinya negara-negara muslim perlu menjadi kuat, bahkan perlu menjadi adikuasa. Tetapi, mungkinkah muncul negara muslim yang seperti itu?

 

Sebelum itu, mari kita telusur seluk-beluknya secara generik dan sangat sederhana.  Negara superpower adalah negara yang “tergolong ranking teratas dalam sistem internasional dan memiliki kemampuan memproyeksikan kekuatan dalam skala global”. Ia adalah negara yang mempunyai keunggulan dalam hal kapasitas ekonomi, teknologi, politik dan pertahanan keamanan. Kombinasi dari keseluruhan kapasitas ini yang akan menjadikan negara tersebut sangat kuat.

 

Kekuatan militer akan membuat sebuah negara menjadi penting, karena memiliki kemampuan defensif dan agresif yang diperhitungkan. Akan tetapi untuk mendapatkan semua itu memerlukan kapasitas ekonomi yang tidak tanggung-tanggung.

 

Karena kehidupan bernegara mensyaratkan ketahanan ekonomi agar ia dapat berjalan baik dan didukung rakyat, maka karakter terpenting bagi eksistensi negara adalah kemampuannya dalam menghidupi dan mensejahterakan rakyat.

 

Dalam era pascamodern sekarang, kemampuan ekonomi baru akan dapat berkesinambungan (sustainable) apabila difasilitasi oleh penguasaan teknologi. Tanpa teknologi, sebuah negara dapat saja menjadi kaya karena kelebihan sumber daya alam (natural resources), namun kekayaan demikian memiliki batas-batasnya.

 

Negara yang kaya bahan baku tanpa dapat mengolahnya sebagai produk bernilai tambah (added value) semata-mata akan berperan sebagai penyedia (supplier) bagi pemilik teknologi. Tanpa kekayaan alam pun, pemilik teknologi dapat menjadi lebih kaya dengan mengolah bahan baku yang diimpor.

 

Jika sebuah negara memiliki kapasitas yang unggul di bidang ekonomi dan teknologi, maka secara global pengaruh politiknya akan meningkat. Politik jelas merupakan arena yang memerlukan kemampuan uang agar dapat berpengaruh. Negara miskin yang ingin berengaruh dalam politik global hanyalah utopia.

 

Kemampuan ekonomi dan teknologi akan mendukung kemampuan militer. Sebabnya, tidak lain, karena keunggulan militer memerlukan dana yang besar. Untuk tetap unggul dibutuhkan kemandirian teknologi persenjataan sendiri. Ketergantungan dengan pihak lain, apalagi secara berlebihan, tidak akan menjamin keunggulan militer. Pada zaman sekarang ini, kemampuan militer ditingkat puncak adalah dengan memiliki kemampuan nuklir.

 

Dari sudut pandang teori realis, ketahanan militer adalah alat penjamin agar pengaruh politik globalnya terjamin. Kombinasi komponen ekonomi, teknologi dan militer merupakan hard power yang secara otomatis menempatkan negara bersangkutan pada tingkatan negara besar (major power) yang berpengaruh dalam tatanan internasional. Apabila di antara sesama negara besar itu ia adalah yang teratas, maka ia merupakan negara adidaya.

 

Mungkinkah ada negara muslim yang berstatus superpower? Jika status itu diperlukan dalam abad ini, maka jawabannya jelas tidak. Sebabnya, tidak lain, karena dari sekitar 60-an negara-negara muslim di dunia, mayoritas adalah negara berkembang kalau bukan negara miskin.  Banyak dari pemerintahannya pun terkategori korup atau otoriter, sehingga proses keluar dari lingkaran setan kemiskinan berlangsung sangat lambat kalau tidak gagal dan gagal lagi.

 

Beberapa negara di Timur Tengah memang tergolong negara kaya, tetapi kekayaan mereka hanyalah berbasiskan sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas. Faktanya, dunia sekarang ini sedang diambang habisnya persediaan minyak bumi itu. Tidak akan lama datangnya waktu bahwa negara-negara yang kaya minyak itu akan jatuh miskin, apabila sumber ekonomi alternatif tidak disiapkan jauh-jauh hari.

 

Dari analisis generik yang sesederhana ini saja, peluang ke arah munculnya negara muslim yang kuat masih sangat jauh dari harapan. Kita yakin bahwa Islam adlah rahmat bagi seluruh alam. Akan tetapi, alih-alih ini dapat kita katakan kepada dunia global, kenyataannya umat Islam bahkan gagal mengamininya dalam dunia Islam sendiri.

 

Sebabnya, seperti sangat sering dilontarkan Mahatir Mohammad, karena lemahnya ukhuwah umat. Yang miskin tetap miskin; yang kaya asyik sendiri. Yang ditonjolkan adalah perbedaan; ikatan persaudaraan dilupakan. Itu pulalah sebabnya maka mengharapkan munculnya negara muslim superpower sekarang ini masih sekedar mimpi.

 

Jakarta, 4 mei 2006

 

 

 



33 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tianarief wrote on May 5, '06
ironisnya, korupsi yang jelas haram dalam islam tumbuh berkembang di negara-negara (yang berdasar atau mayoritas) muslim. meski negara non-muslim juga melakukannya. apakah iran dengan teknologi nuklirnya mampu menjadi lokomotif kebangkitan negara muslim?
deshinta wrote on May 5, '06
Kalau menurut saya, Negara Muslim Super Power itu bukan mimpi. Saya punya satu negara sebagai candidate yang sangat kuat. Negara ini mempunyai ciri2 yang unik. Luasnya tidak seberapa, dia melabelkan dirinya sebagai negara ISLAM, tetapi semua agama dengan tenang bernanung di bawahnya. Bahkan orang tidak beragama, atheis pun bisa hidup dengan tenang dan layak di negara ini. NEgara ini sangat menyukai 'negosiasi' sebagai jalan akhir dari sebuah konflik, bukan perang atau demo spt negara kita. NEgara ini memiliki budaya yang santun dan anehnya, mereka minimal menguasai 2 bahasa yaitu bahasa 'ras' mereka sendiri dan bhs Inggris. Bhs Inggris dimana-mana bisa ditemui bahkan di kampung-kampung.Bahkan untuk orang India dan China, mereka menguasai 3 bahasa. luar biasa.

Negara ini memiliki perancangan yg baik, pendidikan diutamakan, lowongan pekerjaan selalu terbuka bahkan mengundang pekerja asing datang ke negara ini utk membangun. Dan tenaga asing ini dibayar dengan sangat lumayan.

Infrastduktur negara ini juga sangat baik, jalan raya sangat teratur, teknologi transportasi tidak kalah dengan Eropa, Australia bahkan Amerika. Teknologi Informasi jangan ditanya, perekonomian pun sangat stabil, bahkan airportnya merupakan salah satu airport terbaik di dunia. Krn negara barat susah dimasuki oleh Negara Timur Tengah di bidang pendidikan,. akhirnya orang2 Arab tumplek (rame2) datang ke nagara ini. Pariwisata pun digalakkan dgn sungguh2. Negara ini merupakan pesaing tinggi bagi Singapura. Perekonomian sangat stabil, US dollar bukan apa2 bagi negara ini. Negara ini juga terkenal dgn produksi mobilnya tidak kalah dgn Korea.
Bukankan itu adalah ciri2 negara MODERN ISLAM di masa depan????

Betul kawan-kawan.........saya tengah menceritakan negara ISLAM potential tetangga kita, MALAYSIA

imamisnaini wrote on May 5, '06
harusnya indonesia ya mas, negara dengan penduduk muslim terbesar dan dengan wilayah yang luas juga..

mungkinkah ???
holydragon01 wrote on May 5, '06
sumberdaya banyak tapi tanpa diimbangi otak ga bisa kemana2 toh? pendidikan juga pegang peranan penting.

just my $0.02..
omhanif wrote on May 5, '06
kita mulai dari diri kita
anak istri
apakah kita sudah menjalankan asaran2 islam dengan benar ?
agungks wrote on May 5, '06
kalo bicara tentang potensi, indonesia sebenarnya sangat berpotensi jadi negara islam super power. cuman karena kalo itu sampai terjadi, hal itu akan sangat menakutkan sekali bagi yg gak rela muslim jadi besar. indonesia kan negara dengan jumlah penduduk dan kekayaan alam yg besar.
hady82 wrote on May 5, '06
Jika kita tanya 'mungkin'? ya mungkin saja. Asal umat muslim sendiri harus mau berbenah. Dari sisi SDA kita ini melimpah. Bahkan hampir sebagian besar potensi alam dikuasi oleh negara2 dengan penduduk muslim yang mayoritas.

Begitu mas anwar.
alghozi wrote on May 5, '06
Indonesia kan bukan Negara Muslim tapi Negara dengan penduduk muslim terbanyak. tp kl indonesia kok kayaknya imposible, wong aset negaranya kebanyakan dikuasai oleh asing.. kasian...
jazma101 wrote on May 5, '06
Indonesia?
baru tahu saya kalau Indonesia itu negara muslim... selama ini saya kira negara pancasila...., kalau penduduknya ber-KTP muslim, mungkin ....

tuh .. rancangan UU anti pr0n saja (yang sebenarnya ngga perlu bawa agama)... nasibnya saja seperti itu ...

tapi .. daripada mencoba mengatur satu bangsa, lebih baik kita mulai dengan diri sendiri, keluarga, baru bertetangga ...

saya sih berharap, negara muslim superpowernya adalah uni-eropa atau amerika ...
buktinya, Islam (sebelum tragedi 9/11) merupakan hal yang sangat menarik bagi mereka yang memang butuh makanan rohani ...

ciri-ciri kiamat ... matahari (pengetahuan?) terbit dari sebelah barat ...
hm .. :D
agustianwar wrote on May 5, '06
apakah iran dengan teknologi nuklirnya mampu menjadi lokomotif kebangkitan negara muslim?
Saya juga terkagum-kagum dengan Iran ini Mas. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Ahmadinejad mau ke Indonesia minggu depan ini kan... Salam,Anwar.
agustianwar wrote on May 5, '06
Betul kawan-kawan.........saya tengah menceritakan negara ISLAM potential tetangga kita, MALAYSIA
Malaysia memang oke Des. Mudah-mudahan pasca mahatir ini akan terus maju; dan tentu saja kita jangan terus ikut tertinggal. Ya nggak? Salam, Anwar.
agustianwar wrote on May 5, '06
harusnya indonesia ya mas,
Ini, setuju sekali, cuman .... ? Mm...
agustianwar wrote on May 5, '06
pendidikan juga pegang peranan penting
Setuju sekali: pendidikan luar biasa pentingnya. Penguasaan teknologi tidak mungkin dilakukan tanpa ini.... Salam, Anwar.
agustianwar wrote on May 5, '06
omhanif said
kita mulai dari diri kita
Setuju---walau pun susah sekali... Setiap waktu selalu bertanya-tanya..apakah saya... dst.. Memang motivasi dan introspeksi sangat penting Mas...
agustianwar wrote on May 5, '06
agungks said
hal itu akan sangat menakutkan sekali bagi yg gak rela
Ini bagian dari tantangannya saya kira... Ya nggak?
hanan2jahid wrote on May 6, '06
setuju pak, Indonesia berpotensi untuk melakukan kebangkitan negara superpower, tapi..ya gitu deh, mudah2an kita saat ini sedang mnyusun kekuatan dan membangun kekuatan utnuk mencapai itu, tak ada yg tak mungkin toh. salam kenal:)
indahlestari wrote on May 7, '06
Saya kira sumber daya manusia adalah hal yang utama. Jika penduduk indonesianya sendiri yang sadar bergerak untuk melakukannya. Apakah Indonesia memiliki kemungkinan menjadi negara islam? Jawabannya ada pada diri kita masing2. Mampukah kita bersama2 membangunnya????

Tetapi jika ditilik dari kunjungan Presiden Ri kesini dan setelah ketemu dengan Ulama islam besar di timur tengah, Beliau sangat mengharapkan presiden kita dapat menjadi pemimpin negara islam. Kan ada kemungkinan Indonesia jadi negara islam!!!!

waallahu a'lam........
agustianwar wrote on May 8, '06, edited on May 8, '06
Re Cak Hadi---oke cak, nggak pesimis kok---pasti mungkin...
Alghozi: jangan pesimis dong... he he... (walaupun susah sungguh...kata Chairil Anwar)
Jazma: moga-moga nggak keburu kiamat dulu.. he he
Hanan: semangat dan dalam kenal kembali.
Indahlestari: Indonesia jadi pemimpin dunia Islam? Ini doanya...
Salam, Anwar.
purkonhidayat wrote on Oct 13, '06
salam
Tulisan yang menggugah dan bernas.
purkonhidayat wrote on Oct 13, '06
kemunduran umat Islam- kalau tidak bisa dikatakan sebagai keterbelakangan umat Islam- nampaknya berkaitan dengan keyakinan keagamaan yang melambarinya.
Pola teologis kebanyakan umat Islam yang deterministik, barangkali menjadi penyumbang terbesar kemunduran tersebut.
elbintang wrote on Oct 13, '06
oke ...jadi kita mulai dari mana nih pak ???
-----------------------------
mumpung ramadhan baca ini lagi :-)
dimasfajarsoedibyo wrote on Oct 13, '06
Aku gak setuju kalau kita bermimpi menjadi negara yg adidaya seperti mereka, karena probabilitasnya kecil (bisa dibilang suatu hal yg irasional). Yang feasable adalah kalau kita negara yang dapat menjadi contoh dalam bersosial yg islami dengan cara membesarkan dan mendewasakan tubuh gerakan Islam.. itu pun sangat susah.
agustianwar wrote on Oct 13, '06
kemunduran umat Islam- kalau tidak bisa dikatakan sebagai keterbelakangan umat Islam- nampaknya berkaitan dengan keyakinan keagamaan yang melambarinya.
Pola teologis kebanyakan umat Islam yang deterministik, barangkali menjadi penyumbang terbesar kemunduran tersebut.
Setuju Mas---ada banyak sekali faktor penghambat yang dihadapi. Salah satu yang sangat rendah adalah ukhuwah itu, solidaritas keumatan yang lemah membuat daya gerak untuk saling bahu-membahu tidak tersedia.... salam, Anwar.
agustianwar wrote on Oct 13, '06
oke ...jadi kita mulai dari mana nih pak ???
Makasih sempat baca lagi. Mulai dari mana? Banyak sekali, terlalu banyak (saking banyaknya yang tidak beres) bahkan. Tapi jadi ingat itu lho, komentar tentang ngomporin muslim-muslim teguh (termasuk ustadz) untuk jadi PNS, biar birokrasi dapat lebih bersih... Upaya kita membuat umat menjadi bersih saja sudah akan sangat banyak artinya.... Yor turn now...he he.. salam.
agustianwar wrote on Oct 13, '06
Yang feasable adalah kalau kita negara yang dapat menjadi contoh dalam bersosial yg islami dengan cara membesarkan dan mendewasakan tubuh gerakan Islam.. itu pun sangat susah.
Memang memulainya harus jauh dari bawah, dari yang paling mungkin...termasuk menjadikan negeri ini sebagai contoh termasuk di tingkat global...salam...
elbintang wrote on Oct 15, '06
Tapi jadi ingat itu lho, komentar tentang ngomporin muslim-muslim teguh (termasuk ustadz) untuk jadi PNS, biar birokrasi dapat lebih bersih... Upaya kita membuat umat menjadi bersih saja sudah akan sangat banyak artinya.... Yor turn now...he he.. salam.
heks...

still pak...

purkonhidayat wrote on Oct 17, '06
oke ...jadi kita mulai dari mana nih pak ???
-----------------------------
mumpung ramadhan baca ini lagi :-)
Isyarat al-Quran,"Tuhan tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum tersebut tidak berusaha merubah dirinya". barangkali bisa menjadi entry point.
purkonhidayat wrote on Oct 17, '06
Setuju Pak, ukhuwah umat Islam masih rendah. Kita terlalu sibuk ngurusin ikhtilaf diantara mazhab.
ponirah wrote on Jul 11, '07
heyy..harus optomis dong! indonesia bakalan bisa menjadi negara muslim superpower asal dakwah islam terus digencarkan, mari dukung partai dakwah kita, kita pegang masyarakat, kita pegang para elit politik, kita pegang pemerintahannya, kita masuk ke semua lini masyarakat, seiring dengan berjalannya waktu, sebanding dengan kerja keras kita, dan dengan kekuatan doa, insyaallah cita-cita ini akan tercapai. amiin. ayo... jangan komentar aja, pekerjaan-pekerjaan dakwah ini terus menunggu...ayo, kamu-kamu semua ambil bagian didalamnya, jangan menyerah, moga kita tetap istiqomah dijalan-Nya.wallahu a'lam
agustianwar wrote on Jul 11, '07
Ayo kamu-kamu....maju terus [kampanye partai kah?] ha ha ha......salam....
qarie wrote on Apr 11
Mulailah dengan keluarga adidaya - bapa adidaya,emak adidaya,anak adidaya ,masyarakat adidaya maka bolehlah berkembang maju negara adidaya pula.
tianarief wrote on Apr 11
sebelum invasi as ke irak, sebenarnya irak bisa menjadi bibit negara muslim superpower. kekuatan tentara saddam hussein saat itu mencapai 1 juta personil. kalau sekarang, tampaknya iran mulai menunjukan diri sebagai negara muslim yang pede di hadapan as. (negara muslim yang dimaksud, negara dengan mayoritas penduduknya muslim).
agustianwar wrote on Apr 11
negara muslim yang dimaksud, negara dengan mayoritas penduduknya muslim
Iya Mas Tian---negara berpenduduk muslim yang besar, termasuk Indonesia. Kalau negara Islam, umumnya kecil dan peluang jadi adidaya cenderung akan susah saya kira.....salam....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help