ReviewReviewReviewReview[Catatan] Tips Marty Nemko untuk Betah BekerjaJun 11, '07 9:27 PM
for everyone
Category:Other


Saya kira, hampir tidak ada tips yang pas dan memuaskan agar kita betah bekerja. Sebab, sebagian besar orang, kalau bukan semua, tentu lebih ingin untuk tidak bekerja namun tetap hidup enak dan nyaman. Sayangnya hanya segelintir kecil orang, entah karena warisan atau apa [Paris Hilton?], yang akan bisa seberuntung itu.

Sebagian besar dari kita terpaksa bekerja banting tulang agar dapat hidup. Sebagian bahkan lintang pukang mencari pekerjaan---dan ada yang tidak juga dapat. Tentu saja, sebagian dari yang bekerja pun cepat lupa diri, hilang rasa syukur, lantas menganggap apa yang ada sebagai suatu yang niscaya.

Bukan itu yang akan disinggung di sini. Saya kebetulan terbaca tulisan Marty Nemko, justru ketika sedang browsing berita, dan mata tertumbuk pada tulisan kolumnis career coach yang websitenya dikunjungi lebih dari 360 ribu hits tiap tahunnya itu: Seven Ways to be Happier at Work”.

Pastilah ada sebab mengapa sebagian orang betul-betul menikmati pekerjaannya. Nemko, dalam tulisan ringkasnya menyarankan langkah-langkah yang menarik.

Baiklah, pasti banyak reservasi tentang langkah-langkah yang disarankannya, karena masing-masing pasti punya kasus yang khas. Namun, untuk betul-betul memahami Nemko, mari kita daftar tujuh cara yang ia sebutkan:

· Telecommute, katanya; jadi bukan sekedar menyediakan kue ulang tahun atau memenuhi isi kulkas kantor. Dengan cara bekerja di rumah, dan itu dilakukan sambil menikmati hal-hal yang kita suka, pekerjaan tetap terpenuhi bahkan dapat dilipatduakan.

· Ajukan proyek khusus; kalau suka jalan-jalan, tawarkan kegiatan yang memungkinkan perjalanan.

· Jadilah mentor; dengan cara ini anda dapat punya rekan kerja yang dapat membahas masalah-masalah pekerjaan di kantor.

· Tweak your job description. Artinya, saling tukar dan saling silang menyangkut bidang-bidang pekerjaan yang kita unggul atau lemah dengan rekan lain justru berkemampuan sebaliknya.

· Jadikan ruang kerja senyaman rumah sendiri. Mengapa tidak memasang karpet Iran di ruangan, bila itu membuat anda nyaman? Mungkin asesoris kecil menyenangkan yang dibeli saat berkunjung ke suatu tempat di waktu lalu.

· Use at-your-desk stress busters. Dengan kata lain, ambillah satu dua menit waktu untuk bernafas pelan, dalam dan bersenam otot sambil duduk. Atau aromateraphy. Pokoknya, untuk mencas ulang energi diri.

· Carilah teman dekat.

Dari semua ini, terus terang, saya tidak terlalu terkesan dengan cara-cara yang diajukan Nemko, kecuali bahwa ia membuat daftar cara-cara yang barangkali ada manfaatnya.

Benang merah yang saya tangkap tidak lain bahwa kita cuma perlu cerdas memanfaatkan aspek sekecil apa pun untuk membuat kita merasa nyaman bekerja---di kantor atau bukan. Bagaimanapun, kita hanya manusia; bahkan ketika mengerjakan hal-hal yang disukai pun, kita bisa saja kecapaian.

Yang menarik dari tawaran Nemko justru adanya usulan cara-cara itu sendiri, bukan soal efektifitas cara yang diusulkan. Skenarionya seperti ini: ketika anda merasa capek bekerja, entah karena workload yang ada atau bahkan karena iklim kantor itu sendiri, maka membaca kolom Marty Nemko barangkali dapat menjadi pengobat juga.

Soalnya, kalau anda menjelajahi websitenya, www.martynemko.com, yang memuat sekian banyak tips free, akan ada saja yang menarik dan bisa dipetik gunanya.

LA, 11 /06/07

20 CommentsChronological   Reverse   Threaded
imamisnaini wrote on Jun 11, '07
Masing-masing orang punya cara sendiri untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerja... dan kalau penyesuaian itu didukung oleh semua orang di lingkungan kerja pasti kerja akan menyenangkan... yang parah kalau lingkungan kerjanya tidak mendukung untuk itu...
Terima kasih Mas
peduli wrote on Jun 11, '07, edited on Jun 11, '07
Skenarionya seperti ini: ketika anda merasa capek bekerja, entah karena workload yang ada atau bahkan karena iklim kantor itu sendiri, maka membaca kolom Marty Nemko barangkali dapat menjadi pengobat juga
Kalau saya capek bekerja, alhamdulillah...saya dah menemukan obatnya, ngeblog, chatting, cari sumbangan dsb. Dari situ, subhanallah...ada banyak sekali kebahagiaan yg rasanya sulit dilukiskan dg kata2 :)

Terima kasih atas sharingnya ya pak :)
latifabdul wrote on Jun 11, '07, edited on Jun 12, '07
Anwar..Topik yang menarik...boleh saya membagi pengalaman...

Bagini..anak2 saya selalu mengeluh kalau pulang kerja , Papa atau mama , kerja hari ini cape,bosan...dan semacam itu...

Jadi kami yang mendengar nya tentu sedih juga mendengarkan keluhan2 dari anak2 yangpulang dari kantor...sesungguh mesti gembira pulangnya dari kerja...

Saya ajak anak2 ngomong waktu makan, Bpk punya pengalaman...begini..
Dulu bpk berniat bekerja untuk mencari uang .....
Rupanya dgn niat demikian ...hati selalu tidak puas bekerja....apalagi kalau sekeliling kita kurang berkenan di hati...

Setelah Bpk menemukan kuncinya dari AL Quran, Papa tukar niat bekerja untuk ALLAH menolong orang2 di kantor,terutama bos ...sebanyak mungkin...membahagiakan orang atau teman2...

Jadi niat untuk menolong dan membahagiakan orang karena ALLAH, setelah selesai bekerja di kantor merasa bahagia..karena sudah bisa menyelesaikan pekerjaan dlm rangka menolong dan membahagikan Bos..dan kawan2
Kalau kita bisa menolong orang biasanya hati gembira bukan?

Cobalah anak2 tukar niat itu, mudah2an perasaan bosan dan cape akan hilang, dan akan berubah menjadi bahagia dapat menolong orang hari ini...sebanyak mungkin...

Setelah seminggu, anak2 berkata, Papa dan mama. It worked..it worked..terimakasih papa ...alhamdulillah, papa merasa bahagia pula..anak pulang dari menolong orang di kantor...

Jadi demikianlah kunci atau Tips dari kami, semoga bermanfaat pula bagi pembaca yang mengalami pekerjaan yang membosankan di kantor..

ALLAH Maha Pemberi petujuk kepada manusia ciptaannya.
Salam latif.
myrosa wrote on Jun 12, '07, edited on Jun 12, '07
Pak saya jg hampir posting tulisan serupa judulnya “Top 10 Ways to Be Happy at Work” yang ditulis oleh Susan M. Heathfield, tapi belon sempat....

sepasangmatabola wrote on Jun 12, '07
Kalo aku sih mas Agus, males nyari teman dekat di kantor. Mendingan ramah dan jaga jarak aja sama semuanya. Soale kadang "teman dekat" di kantor bisa berubah jadi serigala berbulu domba sih. Gitu aja pengalamanku. ;)
elbintang wrote on Jun 13, '07
kita cuma perlu cerdas memanfaatkan aspek sekecil apa pun untuk membuat kita merasa nyaman bekerja---di kantor atau bukan.
yups...itu tantangannya...
dan kalau bisa menaklukan dalam kondisi kerja yang paling 'rese' sekalipun....rasanya luarbiasa puasssss :))
arishu wrote on Jun 13, '07
Ketika mulai membaca 7 daftarnya Nemko, saya juga sudah mulai berpikiran bahwa daftar2 tsb enggak terlalu cocok (kalau bahasanya mas Anwar tidak terlalu berkesan). Saya justru berkesan dengan benang merahnya "kita cuma perlu cerdas". Cerdas itu enak dan perlu, bukan saja saat menghadapi ujian sekolah, tetapi juga saat menghadapi kehidupan itu sendiri. kebosanan juga bukan hanya saat bekerja lho mas, ngeblog juga bisa membosankan, sehingga tidak mengherankan kalau banyak blog yang jarang diupdate, termasuk blog saya hehehe
gitasinta wrote on Jun 14, '07
Ini tulisan di awal artikel Nemko:" Don't wait for your boss to make your job more fun. Take the initiative to create a more enjoyable worklife", ...waaah, indah banget ya? :-) Cuman implementasinya susah banget...:-)
agustianwar wrote on Jun 14, '07
yang parah kalau lingkungan kerjanya tidak mendukung untuk itu...
Betul; dan yang paling sering justru lingkungan yang tak mendukung ini...ha ha ha....payah deh, Mas Imam.....
agustianwar wrote on Jun 14, '07
peduli said
subhanallah...ada banyak sekali kebahagiaan yg rasanya sulit dilukiskan dg kata2 :)
Turut gembira dan bangga dengan pengalaman Kosi ini......
agustianwar wrote on Jun 14, '07
Cobalah anak2 tukar niat itu, mudah2an perasaan bosan dan cape akan hilang, dan akan berubah menjadi bahagia dapat menolong orang hari ini...sebanyak mungkin...
Betul itu Uda....cuma, sekali sekali semangat demikian ini agak surut juga ya....thx dan salam....
agustianwar wrote on Jun 14, '07
myrosa said
udulnya “Top 10 Ways to Be Happy at Work” yang ditulis oleh Susan M. Heathfield,
Ya, tulisan yang begini memang banyak sih Mbak..dan memang menarik untuk dibaca, agar tetap terjaga semangat kita kan?
agustianwar wrote on Jun 14, '07
Soale kadang "teman dekat" di kantor bisa berubah jadi serigala berbulu domba sih.
Ha ha ha...setuju Mbak....kadang domba dan serigala suka tukar bulu.....
agustianwar wrote on Jun 14, '07
.rasanya luarbiasa puasssss :))
Mmmmmm..................
agustianwar wrote on Jun 14, '07
arishu said
kebosanan juga bukan hanya saat bekerja lho mas, ngeblog juga bisa membosankan, sehingga tidak mengherankan kalau banyak blog yang jarang diupdate, termasuk blog saya hehehe
Iya tuh, Mas Aris, saya juga agak kurang rajin belakangan ini....karena ini itu......salam dari LA...
agustianwar wrote on Jun 14, '07
Cuman implementasinya susah banget...:-)
Memang, tips Nemko yang ini ini lebih pas bagi para profesional yang lingkungan kerjanya lebih dinamis.... pasti susah deh ya Gita.....
diyan31 wrote on Jun 21, '07
Wah saya ketinggalan kereta, baru baca ulasan ini,btw trima kasih share nya... memang, kita yang harus menyesuaikan diri dgn pekerjaan dan lingkungan kerja, supaya bisa bekerja dgn nyaman
syarifmursal wrote on Jun 21, '07
Saya pikir apa yg ditulis oleh Nemko adalah kondisi real kita sehari-hari, dan apapun masalah yg kita hadapi sebenarnya mampu kita pecahkan spt apa yg dikatakannya. Hanya kita sering terbuai dengan suasana negatif dari pemecahan masalah itu; misalnya, rasa malas, mudah putus asa, rasa acuh tak acuh (masa bodoh), tdk mau bergaul, perasaan egois dan 'merasa paling tau'. Terima kasih atas info ini, saya pikir bisa menjadi referensi positif bagi kita semua. Wasalam...
agustianwar wrote on Jun 26, '07
diyan31 said
memang, kita yang harus menyesuaikan diri dgn pekerjaan dan lingkungan kerja, supaya bisa bekerja dgn nyaman
Iya nih...walaupun pasti selalu ada masalahnya ya...........
agustianwar wrote on Jun 26, '07
'merasa paling tau'.
Mm...ini harus dihindarkan banget deh, karena terlalu sering terjadi bahwa yang "merasa" ternyata salah sekali....salam....
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help