
Saya kira, hampir tidak ada tips yang pas dan memuaskan agar kita betah bekerja. Sebab, sebagian besar orang, kalau bukan semua, tentu lebih ingin untuk tidak bekerja namun tetap hidup enak dan nyaman. Sayangnya hanya segelintir kecil orang, entah karena warisan atau apa [Paris Hilton?], yang akan bisa seberuntung itu.
Sebagian besar dari kita terpaksa bekerja banting tulang agar dapat hidup. Sebagian bahkan lintang pukang mencari pekerjaan---dan ada yang tidak juga dapat. Tentu saja, sebagian dari yang bekerja pun cepat lupa diri, hilang rasa syukur, lantas menganggap apa yang ada sebagai suatu yang niscaya.
Bukan itu yang akan disinggung di sini. Saya kebetulan terbaca tulisan
Marty Nemko, justru ketika sedang browsing berita, dan mata tertumbuk pada tulisan kolumnis
career coach yang
websitenya dikunjungi lebih dari 360 ribu hits tiap tahunnya itu:
Seven Ways to be Happier at Work”.
Pastilah ada sebab mengapa sebagian orang betul-betul menikmati pekerjaannya. Nemko, dalam tulisan ringkasnya menyarankan langkah-langkah yang menarik.
Baiklah, pasti banyak reservasi tentang langkah-langkah yang disarankannya, karena masing-masing pasti punya kasus yang khas. Namun, untuk betul-betul memahami Nemko, mari kita daftar tujuh cara yang ia sebutkan:
·
Telecommute, katanya; jadi bukan sekedar menyediakan kue ulang tahun atau memenuhi isi kulkas kantor. Dengan cara bekerja di rumah, dan itu dilakukan sambil menikmati hal-hal yang kita suka, pekerjaan tetap terpenuhi bahkan dapat dilipatduakan.
·
Ajukan proyek khusus; kalau suka jalan-jalan, tawarkan kegiatan yang memungkinkan perjalanan.
·
Jadilah mentor; dengan cara ini anda dapat punya rekan kerja yang dapat membahas masalah-masalah pekerjaan di kantor.
·
Tweak your job description. Artinya, saling tukar dan saling silang menyangkut bidang-bidang pekerjaan yang kita unggul atau lemah dengan rekan lain justru berkemampuan sebaliknya.
·
Jadikan ruang kerja senyaman rumah sendiri. Mengapa tidak memasang karpet Iran di ruangan, bila itu membuat anda nyaman? Mungkin asesoris kecil menyenangkan yang dibeli saat berkunjung ke suatu tempat di waktu lalu.
·
Use at-your-desk stress busters. Dengan kata lain, ambillah satu dua menit waktu untuk bernafas pelan, dalam dan bersenam otot sambil duduk. Atau aromateraphy. Pokoknya, untuk mencas ulang energi diri.
·
Carilah teman dekat.
Dari semua ini, terus terang, saya tidak terlalu terkesan dengan cara-cara yang diajukan Nemko, kecuali bahwa ia membuat daftar cara-cara yang barangkali ada manfaatnya.
Benang merah yang saya tangkap tidak lain bahwa kita cuma perlu cerdas memanfaatkan aspek sekecil apa pun untuk membuat kita merasa nyaman bekerja---di kantor atau bukan. Bagaimanapun, kita hanya manusia; bahkan ketika mengerjakan hal-hal yang disukai pun, kita bisa saja kecapaian.
Yang menarik dari tawaran Nemko justru adanya usulan cara-cara itu sendiri, bukan soal efektifitas cara yang diusulkan. Skenarionya seperti ini: ketika anda merasa capek bekerja, entah karena
workload yang ada atau bahkan karena iklim kantor itu sendiri, maka membaca kolom Marty Nemko barangkali dapat menjadi pengobat juga.
Soalnya, kalau anda menjelajahi websitenya, www.martynemko.com, yang memuat sekian banyak tips
free, akan ada saja yang menarik dan bisa dipetik gunanya.
LA, 11 /06/07